Bintang Timnas U-19: Kisah Braif Fatari Diubah dari Gelandang Menjadi Striker

oleh -21 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Braif Fatari termasuk salah satu striker yang diandalkan pelatih Shin tae-yong di barisan depan Timnas U-19 Indonesia. Pemain tengah Persija Jakarta tersebut saat ini mulai nyaman dengan posisi barunya.

Hingga saat ini, Braif telah membukukan dua gol bersama Timnas U-19. Gol pertamanya dicetak saat melawan Arab Saudi pada 11 September lalu dan gol kedua saat melawan NK Dugopolje pada 8 Oktober.

Pada barisan depan, Braif biasanya berduet dengan Irfan Jauhari atau Saddam Emiruddin. Ia pun menyatakan tidak masalah menjadi striker saat ini, meski posisi pemain kelahiran 9 April 2002 tersebut adalah gelandang tengah.

Simak wawancara Braif Fatari yang dikutip dari laman resmi PSSI:

Bisa ceritakan awal karier sepak bola sampai masuk Timnas U-19?

Waktu itu saya mengikuti turnamen Piala Menpora 2017 di Bali mewakili Papua Barat. Disitu saya dilihat sama pelatih saya yakni coach Aples Tecuari. Setelah itu saya disuruh ke Malang untuk seleksi pemain yang direkomendasikan masuk ke Garuda Select 2018. Dan bersyukur bersama 23 pemain lainnya saya terpilih masuk tim Garuda Select 2018 yang berlatih selama enam bulan di Inggris. Setelah itu, tahun 2019 saya terpilih masuk ke timnas U-19 di ajang Piala AFF U-19 di Vietnam. Dan bersyukur berlanjut masuk Timnas U-19 hingga saat ini.

Baca Juga  Film “My Name Is Khan” Menghapus Stigma Terorisme pada Islam

Siapa yang berperan dalam karier sepak bolamu?

Kalau itu bapak saya, beliau sangat berperan penting. Beliau selalu antar saya berlatih sepak bola dan memberi nasehat agar bisa menjadi pesepak bola yang baik

Kenapa memilih posisi gelandang awalnya?

Karena dari pertama saya bermain sepak bola saya senang di posisi gelandang. Pertama dipindah pelatih Shin Tae-yong menjadi posisi striker tentu butuh adaptasi. Karena saya belum terlalu tahu bagaimana penempatan yang baik di posisi striker. Namun saya terus belajar dan sering bertanya ke teman-teman agar bisa menjadi striker yang tajam. Intinya saya harus siap dimainkan di posisi mana pun yang penting bisa membantu tim dan saya terus berkembang.

Baca Juga  Bank Indonesia Gelar Karya Kreatif Indonesia Virtual Jilid II

Bagaimana proses beradaptasi bersama pelatih Shin Tae-yong?

Saat ini kamu sudah terbiasa dan kami menerima dengan senang seluruh materi latihan atau saat bertandinga yang pelatih berikan kepada kami. Kami intinya harus terus berjuang keras, fokus dan maksimal dalam setiap latihan dan bertanding.

Bagaimana sosok pelatih Shin Tae-yong?

Beliau orang tegas, disiplin, profesional dan terus berusaha membuat kita pemain menjadi lebih baik.

Setelah menjalani pemusatan latihan (TC) di Cikarang, Thailand, Virtual (Online), Jakarta, dan Kroasia kamu merasa ada perubahan dalam bentuk tubuh?

Tentu, saat ini seperti bentuk tubuh, otot, dan permainan saya berbeda dibanding sebelumnya. Tentu ini butuh proses dan kami harus terus bekerja keras

Baca Juga  Gempa 5.1 Magnitude Guncang Maluku Tengah

Apa cita-cita dan impianmu?

Saya ingin menjadi pesepak bola yang sukses, bisa berkarier di kompetisi Eropa dan mengantarkan Timnas Indonesia meraih prestasi.

Harapan bersama Timnas U-19?

Saat ini saya sedang menjalani TC bersama timnas U-19 di Kroasia. Saya ingin masuk skuat dan meraih prestasi di ajang Piala AFC U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.

Siapa pemain favorit?

Boaz Solossa (Persipura) dan Kevin De Bruyne (Manchester City).

Hoby dan Makanan Favorit?

Mendengarkan lagu dan makan ikan puri.

PSSI