BKPRMI Malut Minta Polres Kepulauan Sula Usut Tuntas Kasus Penistaan Agama

oleh -136 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Maluku Utarq mengutuk keras peristiwa penistaan agama dan penghinaan Nabi Muhammad, SAW di Kabupaten Kepulauan Sula dan meminta seluruh umat Islam serta ormas agar menahan diri terkait peristiwa ini.

“BKPRMI mengutuk keras peristiwa penistaan agama dan penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW di Kepulauan Sula. Hal ini sangat mencederai umat Islam,” ujar Ketua BKPRMI Maluku Utara, Hasby Yusuf, Senin (3/1/2020).

Menurutnya peristiwa ini merupakan cobaan berat bagi umat Islam yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Untuk itu ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas para terduga pelaku tiga kasus penistaan agama di Kepulauan Sula.

Baca Juga  Brimob Maluku Laksanakan Gelar Pasukan, Peralatan, Perlengkapan dan Kendaraan

Hasby juga meminta penegak hukum untuk memberikan akses kepada media terkait perkembangan kasus ini karena telah mengganggu kehidupan keumatan, terutama kasus yang diduga melibatkan salah satu oknum Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula.

Hasby Yusuf menambahkan, terhadap terduga pelaku penistaan agama yang saat ini telah diamankan di Polres, harus diproses hukum, agar menjadi efek jera terhadap pelaku, sehingga tidak lagi mengulang perbuatannya di kemudian hari.

“Pelaku harus diproses hukum agar menjadi efek jera, sebab pernyataan pelaku yang menghina agama Islam, itu sangat mengganggu stabilitas kehidup umat beragama di Kepulauan Sula,” ujarnya. 

Sementara itu Ketua FKBU Kepulauan Sula, Salim Bahanan beberapa waktu lalu kepada wartawan mengatakan, untuk dugaan kasus penistaan agama tersebut, FKUB secara kelembagaan telah menyampaikan surat resmi kepada Kapolres Kepulauan Sula.

FKUB menurutnya, telah meminta Kapolres Kepulauan Sula untuk segera melakukan proses hukum terhadap pelaku, sebab pernyataan yang disampaikan pelaku sangat meresahkan warga dan berpotensi mengganggu stabilitas umat beraga di Kepulauan Sula yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Baca Juga  Perindo Kota Ambon buka pendaftaran aleg

“Kehidupan umat beraga di Kepulauan Sula selama ini sangat harmonis. Untuk itu pelaku harus harus diproses hukum karena sudah mengeluarkan kata-kata kotor yang menghina Islam,” jelasnya. 

Salim menambahkan, agar kehidupan umat beragama di Kepulauan Sula tetap terjalin harmonis maka aparat hukum harus segera memproses para pelaku yang kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

“Stabilitas kemanan sangat dibutuhkan di Negeri ini, untuk itu saya berharap masyarakat agar tetap tenang dan percayakan semua pada Kepolisian menyelesaikan kasus tersebut,” katanya. (red/ifo/pmc)