Blangko e-KTP di Halsel Kosong Sejak Desember 2019

oleh -81 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Pasokan Blangko e-KTP di Kabupaten Halmahera Selatan pada tahun 2020 ini mengalami kekosangan Blangko. Hal tersebut di katakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Halsel H. Saban Ali, SH, M.Si kepada porostimur.com di ruang kerjanya. Kamis, (06/02/20).

Kekosongan blangko e-KTP diketahui mengalami sejak Oktober 2019 lalu, menjelang beberpa bulan kemudian Blangko e-KTP kembali di distribusi pertengahan Desambar tanggal 14 2019 kemarin berjumlah Seribu Lima Ratus (1500).

“Itupun sesuai edaran Menteri yang di prioritaskan khusus yang belum memiliki KTP kemudian bagi perekaman KTP yang belum pernah melakukan perekam sebelumnya baru kita cetak,” kata Saban.

Selain itu, pergantian status dari belum menikah di sudah menikah, ataukah karena hilang dan sebagainya kami belum bisa kasih dalam artian belum bisa cetak, kami hanya memberikan Soket, “Katanya lagi

” Sementara ini kami punya PRR masyarakat yang baru melakukan perekaman dan sudah harus dicetak itu sudah mencapai 2.800 sekian hampir berjumlah tiga ribuan lebih untuk saat ini. Dan sekarang ini kami dapatkan dari Provinsi ada seribu itupun nanti kami cetak khusus yang sudah melakukan perekaman duluan namanya PRR senior yang dimana orang yang lebih dulu melakukan perekaman,” tukasnya.

Baca Juga  Virgil van Dijk cedera, Wijnaldum Sandang Ban Kapten Timnas Belanda

“Insa Allah pada bulan Maret kita ada kegiatan rakor di Jakarta,” sambungnya.

Hal tersebut menurut Saban di pastikan akhir Maret seluruh pasokan blangko bisa diselesaikan.

Untuk memenuhi keperluan masyarakat dan bisa menampung blangko yang lebih banyak pihaknya terus melakukan perekaman walaupun kekosongan Blangko KTP.

“Kami tetap melakukan perekaman supaya dari pusat sendiri bisa mengetahui jumlah blangko yang kami perlukan sesuai banyaknya perekaman sehingga distribusi dari pusat bisa menyesuaikan dengan jumlah rekaman yang ada,” tambahnya

Datanya berapa jumlah perekaman KTP yang belum di cetak kemudian jumlah soket, Saban bilang sudah kurang lebih lima ribuan

“Dalam sehari jumlah masyarakat yang melakukan perekaman dan diberikan soket berkisar 20 orang itu juga tergantung kebutuhan masyarakat,” tutup Saban. (adhy)