BMKG Alat Tambah Alat Pendeteksi Gempa di Maluku

oleh -80 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan menambah delapan unit sensor pendeteksi gempa atau seismograf di wilayah Provinsi Maluku pada tahun 2020 ini.

Kepala Bidang Pendataan BMKG Klas I Ambon, Andi Azhar Rusdin, kepada media pers di Ambon, Senin (13/1/2020) menjelaskan, delapan unit seismograf tersebut akan dipasang di Namrole Kabupaten Buru Selatan, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kepulauan Aru.

Untuk diketahui, untuk saat ini di seluruh Maluku terdapat 17 unit seismograf yang terpasang di 17 titik. Dengan penambahan ini, maka pada akhir tahun 2020 nasty, akan ada 25 unit seismograf di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

Andi menjelaskan, penambahan alat pendeteksi gempa akan memudahkan pihak BMKG untuk secara cepat mendapatkan data saat terjadi gempa, sehingga dapat diinformasikan ke masyarakat dalam waktu bersamaan.

Pemasangan sesimograf ini, merupakan bentuk kerjasama BMKG dengan pemerintah daerah yang rencananya akan ditempatkan pada lokasi-lokasi strategis seperti di Kantor Kecamatan, Kantor BPBD dan intansi teknis lainnya.

Baca Juga  Bangun Mushola, Istri Bupati Halbar Apresiasi Warga Desa Sidodadi

Menurut Andi, penyesuaian lokasi ditempatkannya seismograf disesuaikan dengan jaringan yang akan menentukan epicentre gempa, sehingga datanya lebih valid dan akurat.

“Hingga saat ini telah terpasang 17 sensor seismograf, pada tahun 2020 ini BMKG sendiri ingin melakukan penambahan, hingga nanti akhir tahun ini totalnya menjadi 25 sensor seismograf yang terbagi merata di seluruh titik-tiik rawan gempa” ujarnya.

Berangkat dari pengalaman gempa tahun 2019 lalu, untuk diharapkan dengan telah terpasangnya alat seismograf dengan total sebanyak 25 buah pada seluruh kabupaten kota yang ada di Maluku, maka akan memudahkan informasi pendeteksian dini gempa.

Langkah ini juga dilakukan demi meminimalisir korban jiwa dengan cara mempercepat upaya evakuasi menghindari bangunan yang berpotensi roboh disebabkan oleh gempa. (red/shinta)