BMKG Catat 81 Aktivitas Gempa Susulan Pasca-gempa M 7,1 di Malut

Porostimur.com | Bitung: Hingga pukul 09.59 WITA telah terjadi 81 aktivitas gempa susulan di Laut Maluku Utara (Malut) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jailolo, Maluku Utara pada Kamis (14/11) pukul 24.17 WITA.

“Hingga pagi ini pukul 09.59 WITA telah terjadi 81 aktivitas gempa susulan (aftershocks) di Laut Maluku utara pasca gempa utama M 7.1,” tulis petugas forecaster BMKG Bitung, Lidya Monika S.Tr via pesan WhatsApp.

BMKG juga mencatat beberapa kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama masing-masing terjadi pada pukul 00.66 WIB pada Jumat (15/11) dengan titik 128 Barat Laut Jailolo di kedalaman 10 kilometer yang tidak berpotensi tsunami, menurut rilis dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo pada Jumat pagi.

Gempa kedua tercatat dengan kekuatan magnitudo 5,9 pada pukul 01.45 WIB pada Jumat (15/11) yang berada 127 km barat laut Jailolo di kedalaman 10 km. Gempa susulan kedua ini juga tidak berpotensi tsunami meski guncangannya dirasakan di Ternate, Manado dan Bitung.

Sebelumnya BMKG telah mencabut status peringatan dini tsunami pada pukul 01.45 WIB setelah gempa magnitudo 7,1 dan juga memutakhirkan laporan gelombang tsunami dengan ketinggian masing-masing 0,6 meter di Ternate (23.43 WIB), 0,9 meter di Jailolo (23.43) dan 0,10 meter di Bitung (00.08 WIB).

“Sementara informasi yang diperolah porostimur.com menyebutkan, dua rumah di Kelurahan Mayau dikabarkan rusak ringan. Selain di Mayau, dua rumah warga di Kelurahan Lelewi dan satu rumah di Kelurahan Bido, dilaporkan mengalami rusak ringan.

Selain 5 rumah, dua warga Kelurahan Lelewi juga mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan. , dua orang korban luka ringan tertimpa batako di bagian kaki, satu diantaranya bernama Delvi Peo,

5 unit rumah warga rusak ringan yang tersebar pada tiga Kelurahan di Kecamatan Batang Dua, “untuk rusak ringan, ada di Mayau, Lelewi dan Bido dengan rincian, rumah keluarga Topianus Salu (Mayau), keluarga Balandina Honga (Mayau), keluarga, Nias Bale (Lelewi), keluarga Gath Bunga (Lelewi) dan rumah keluarga Erna Nyanyi (Bido).

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI/Polri sedang berupaya melalukan kaji cepat terkait pascagempa tersebut,” ujar Agus dalam rilisnya.

BNPB meminta Warga sekitar lokasi yang terdampak guncangan untuk tidak panik dan terpengaruh kabar tidak benar dan tidak dapat dipertanggung jawabkan dan memakai informasi resmi bersumber dari instansi terkait seperti BMKG, BNPB, BPBD, Dinas Provinsi dan pihak berwajib lainnya. (red/dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: