BMKG Gelar Workshop Sekolah Lapang Geofisika di Bitung

oleh -43 views
Link Banner

@porostimur.com | Bitung: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Manado, Senin 29/7/2019, laksanakan Workshop Sekolah Lapang Geofisika (SLG). Kegiatan yang digelar hampir satu hari dilaksanakan di Ruang Lantai IV Kantor Walikota Bitung, Selasa (30/7).

Kepala Stasiun Geofisika Manado, Abraham Mustamu S.Si MM disela acara workshop mengatakan, mengingat kembali peristiwa tsunami yang terjadi di Aceh dan Palu, banyak masyarakat menjadi korban karena tidak mengetahui akan muncul tanda potensi bencana.

Sementara Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan SSi MSi menambahkan, bencana yang besar adalah gempa bumi dan tsunami. Apalagi Kota Bitung memiliki klasifikasi bencana gempa dan tsunami.

Link Banner

Melalui workshop SLG, memberikan pemahaman berupa informasi kepada masyarakat bagaimana cara kita ketika menghadapi datangnya gempa dan tsunami.

Baca Juga  Kuartal II 2018, nilai ekspor Maluku masih turun

Saya berharap dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, para peserta mampu mengenal gempa yang berpotensi tsunami dan bisa bekerja sama dengan instansi terkait dalam memberikan akses informasi kebencanaan kepada masyarakat luas di Kota Bitung.

Dalam kegiatan ini juga, kami dari pihak BMKG akan menjelaskan kepada peserta terkait bentuk-bentuk gempa serta potensi kejadian pasca gempa.

Sedangkan Wakil Wali Kota Bitung, Ir Maurits yang membuka Workshop Sekolah Lapang Geofisika menyampaikan apresisasi dan terima kasih kepada BMKG IV Makassar dan BMKG Kota Manado, yang telah melaksanakan kegiatan pertama ini di Kota Bitung.

Kegiatan ini jangan cuman sampai disosialisasi saja, bagamaimana kita kembangkan dengan melakukan simulalsi agar masyarakat bisa memahami dan tahu jika terjadi gempa berpotensi tsunami.

Baca Juga  Wakapolda Maluku Hadiri Video Conference Anev Satgas Nusantara

Jika itu tidak dilakukan simulasi, masyarakat pasti tidak bisa memahaminya, apalagi banyak masyarakat kita yang belum tahu, sehingga muncul kepanikan dan kebingungan menyelamatkan diri mereka.

Saya berharap, selain alat bunyi sirena tanda bunyi tsunami yang ada di Kantor Walikota Bitung yang suara jangkauannya hanya terbatas, kiranya pihak BMKG juga menambahkan satu alat tersebut di Kecamatan Matuari, biar masyarakat disekitarnya juga bisa mengetahui ketika akan terjadi tsunami.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyamatan kartu anggota kepala perwakilan peserta SLG dan penukaran cendera mata dari Pemkot ke BMKG, begitu juga sebaliknya.

Adapun peserta Workshop Sekolah Lapang Geofisika BMKG dihadiri perwakilan dari Dinas BPBD, Media, BMKG, TNI/Polri, Dinsos, Diskes, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Tagana, Basarnas, Rapi, Senkom, PMI, Sekolah Lingkungan dan masyarakat. (Dan)