BMKG Rangkum Data Tsunami di Indonesia yang Terjadi pada Bulan Desember, Salah Satunya di Ambon

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Dr. Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, pada pukul tujuh pagi tadi, Rabu, 16 Desember 2020, mengunggah data yang telah dikumpulkannya yang ia sebut sebagai “Fakta Sejarah: 12 peristiwa tsunami destruktif di Indonesia terjadi pada bulan Desember” melalui sebuah postingan di akun Twitter miliknya.

Dalam data itu, ia mencatat sebanyak 12 bencana tsunami yang pernah terjadi di bulan Desember sejak tahun 1657, dan yang terbaru ialah di tahun 2018.

Pada bulan Desember tahun 1657 dan 1841, meski berjarak 184 tahun, tercatat bencana tsunami yang merusak menimpa dua wilayah di Kepulauan Maluku, yakni di Pulau Buru dan Pulau Ambon.

Pada tanggal 24 Desember 1852, sebelas tahun setelah tsunami di Ambon, Banda Neira, di Kepulauan Banda, pun terkena tsunami yang merusak ini.

Link Banner

Enam tahun kemudian, di tanggal 13 Desember 1858, Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara juga tertimpa bencana yang sama.

Baca Juga  Barkas Kasus Penistaan Agama di Falabisahaya P21

Tahun berikutnya di Minahasa, tepatnya pada 26 Desember 1859, yang sama-sama berada di Sulawesi Utara, mengalami bencana tsunami yang bersifat merusak ini.

Bencana tsunami, yang hanya merusak wilayah yang diterjangnya itu dan tidak menelan korban jiwa, terakhir terjadi di Indonesia 81 tahun yang lalu, pada 22 Desember 1939, yang kembali menimpa Minahasa.

Sementara itu, tsunami yang bersifat mematikan yang terjadi di Indonesia berdasarkan catatan yang dibagikan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami itu, pertama kali terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada 29 Desember 1820, dan menewaskan 500 orang.

Tsunami yang menelan korban jiwa tidak lagi terjadi sampai 107 tahun kemudian di Donggala, Sulawesi Tengah, tanggal 1 Desember 1927, dengan korban meninggal dunia yang berjumlah 50 orang.

Baca Juga  Sosok Anggia Kloer, Diduga Dapat Mobil dari Edhy Prabowo

Kecamatan Larantuka, yang berada di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengalami bencana tsunami yang menewaskan 13 orang penduduknya pada tanggal 25 Desember 1982.

Sepuluh tahun kemudian, Pulau Flores kembali tertimpa bencana tsunami besar yang merenggut nyawa 2.100 warganya tanggal 12 Desember 1992.

Bencana tsunami yang terjadi di Kota Meulaboh, Aceh, pada 26 Desember 2004, mencetak sejarah sebagai tsunami kedua terbesar yang pernah terjadi di dunia dengan tinggi gelombang mencapai 50 meter dan merenggut lebih dari 230 ribu nyawa penduduk.

Pada saat terjadinya bencana tsunami di Aceh, terdapat hampir seribu alat ukur pasang laut yang memperingatkan datangnya gelombang tinggi.

Sebelum gelombang tinggi tersebut menerjang daratan, gempa dahsyat dengan skala sekira 9,1-9,3 mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Getarannya bahkan mencapai Somalia yang berada di Afrika Timur yang berjarak 6000 KM dari Samudera Hindia. (red)