BMKG Ungkap Ada Banyak Sumber Gempa di Indonesia, Sarankan Bikin Bangunan Tahan Gempa

oleh -34 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Wilayah Indonesia terletak di zona tumbukan lempeng-lempeng tektonik aktif, maka wilayah Indonesia menjadi kawasan yang rawan gempabumi.

Karena tingginya potensi gempabumi di Indonesia maka penting kiranya kita memperhatikan peta bahaya dan risiko bencana, sebelum merencanakan penataan ruang dan wilayah.

Perlu ada upaya serius dari berbagai pihak dalam memperketat penerapan “building code” dalam membangun struktur bangunan tahan gempa. Untuk bangunan yang sudah ada dan dihuni, perlu dicek kesehatan/kekuatan strukturnya.

Bahkan Pemerintah Daerah perlu melakukan audit struktur bangunan dan infrastruktur di daerah rawan gempa.

Apabila dinilai membahayakan, perlu diterapkan rekayasa teknis untuk penguatan struktur bangunan.

Sebagaimana diketahui, tiga lokasi di Indonesia belakangan sering terjadi gempa bumi. Tercatat Gempa Laut Maluku diikuti sebanyak 185 gempa susulan, Gempa Bali Utara diikuti 100 gempa susulan, dan Gempa Ambon diikuti 2.345 gempa susulan.

Baca Juga  Gandeng Umar Umabaihi sebagai Cawabup, PD Kepsul Dinilai Abaikan Proses Penjaringan

Waktu terjadinya gempa yakni pada 26 Oktober 2019, gempa bermagnitudo 6,5 terjadi di Ambon.

Pada 14 November 2019, terjadi gempa di dua lokasi berbeda yakni Laut Maluku (magnitudo 7,1) dan Bali Utara (magnitudo 5,0).

Ketiganya tercatat memiliki kesamaan dalam tipe gempa.

Dari rilis Bidang Gempabumi dan Tsunami BMKG sebagaimana dilansir Kompas.com, diketahui ketiga gempa tersebut memiliki tipe yang diawali oleh aktivitas gempa pendahuluan (foreshock).

Selanjutnya terjadi gempa utama (mainshock) kemudian diikuti oleh serangkaian gempa susulan (aftershocks).

Update hingga Sabtu (16/11) pukul 18.00 WIB, tercatat Gempa Laut Maluku diikuti sebanyak 185 gempa susulan, Gempa Bali Utara diikuti 100 gempa susulan, dan Gempa Ambon diikuti 2.345 gempa susulan.

Baca Juga  Sebar Hoax, PT. TUB Laporkan Yosafat ke Polisi

Meskipun ketiga gempa tersebut memiliki tipe yang sama, akan tetapi memiliki perbedaan dalam hal sumber gempa dan mekanisme sumbernya.

Gempa Laut Maluku dipicu oleh deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku (gempa intraslab).

Gempa Bali Utara dibangkitkan oleh sumber gempa struktur Sesar Naik di Utara Bali, dan Gempa Ambon terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan sebelumnya. (red/rtl/kompas)