BMKG: Waspada, 2021 Bisa Ada Gempa Bumi Berpotensi Tsunami

oleh -96 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sepanjang 2020 Indonesia telah mengalami gempa bumi sebanyak 8.264 kali. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan pada 2019 lalu yang sebanyak 11.515 kali.

Meski gempa bumi yang terjadi di Indonesia pada 2020 lebih sedikit dibandingkan 2019, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan masyarakat Indonesia tetap harus waspada terhadap potensi bahaya gempa maupun tsunami yang dapat menyertainya di 2021.

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, pada 2021 Indonesia masih tetap aktif gempa. Himbauan ini berdasarkan data yang dihimpunnya dengan rata-rata kegempaan dalam setahun terjadi sebanyak 6.000 kali.

Namun, hal ini dinilai wajar karena sumber gempa di Tanah Air sangat banyak, yaitu 13 segmen megathrust dan lebih dari 295 segmen sesar aktif.

“Kita perlu mewaspadai zona seismic gap, seperti zona subduksi Mentawai, selatan Banten-Selat Sunda, selatan Bali, Lempeng Laut Maluku, Lempeng Laut Filipina dan Tunjaman Utara Papua,” ujar Daryono belum lama ini.

Dia menambahkan bahwa zona seismic gap lain yang perlu diwaspadai yaitu zona sesar Lembang, segmen Aceh, segmen Matano dan Sesar Sorong. Kewaspadaan menjadi titik berat mengingat potensi bahaya yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban masyarakat dan kerusakan infrastruktur.

Baca Juga  Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Diadopsi dari Sistem Komunis China

Untuk itu, masyarakat diharapkan selalu waspada terhadap bahaya gempa bumi karena berdasarkan catatan katalog, gempa merusak tidak harus berkekuatan besar (M > 6,0), tetapi gempa dangkal berkekuatan 4,0-5,0 juga dapat merusak.

“Sebagai upaya mitigasi, membangun rumah tahan gempa di daerah rawan gempa adalah solusi utama dalam mengurangi bahaya dan risiko bencana gempa bumi,” lanjutnya.

Masyarakat diharapkan tetap mewaspadai gempa berpotensi tsunami karena berdasarkan statistik, setiap dua tahun sekali di wilayah Indonesia terjadi gempa berpotensi tsunami. Daryono menambahkan bahwa pada 2020 ini tidak terjadi gempa berpotensi tsunami, namun sebagai langkah antisipasi masyarakat pesisir rawan tsunami wajib memahami konsep evakuasi mandiri.

Gempa dengan kekuatan lebih dari M5.0 sebanyak 244 kali, sedangkan kurang dari M5.0 sebanyak 8.020 kali. Dari sejumlah gempa yang terjadi, sebanyak 754 kali gempa yang dirasakan oleh masyarakat dengan tingkat guncangan yang berbeda.

Baca Juga  Bukan Barang Terlarang, Menteri Pertanian Tetapkan Ganja Sebagai Tanaman Obat

Dia menyatakan analisis seismitas sepanjang tahun ini, wilayah yang sangat aktif gempa yaitu wilayah Barat Aceh, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Maluku Utara dan Seram.

Dilihat dari sisi jumlah berdasarkan bulan di 2020, gempa paling banyak terjadi pada Maret yang berjumlah 965 kali. Sebaliknya, gempa paling sedikit pada Januari dengan jumlah 518 kali.

Sedangkan gempa merusak pada 2020, BMKG mencatat 11 gempa merusak yang terjadi di Simeuleu, Seram, Sukabumi, Tapanuli Selatan, Sabang, Maluku Utara, Bengkulu, Talaud, Pangandaran, Mamuju Tengah dan Brebes-Kuningan. (red)