BMNU Kepulauan Sula Minta Polres Usut Dana Pembangunan Tiga Sarana Ibadah

oleh -464 views
Link Banner

Porostimur. com | Sanana: Masjid dalam suatu wilayah menunjukkan tegaknya syiar Islam di sana. Ketika umat islam mendiami suatu daerah baru, maka salah satu sarana yang mereka bangun untuk kepentingan kaum muslimin adalah Masjid.

Namun hal ini kontras dengan wilayah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut). Berdasarkan Data yang dikantongi media ini terdapat sejumlah masjid yang pembangunannya belum selesai dia antaranya Mesjid An Nur Desa Pohea, di Kecamatan Sanana Utara, Mesjid Al Iklas di Desa Fogi, Kecamatan Sanana serta Musholla di Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah.

Mirisnya, ketiga tempat ibadah ini dibangun dengan menggunakan anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) Kepulauan Sula.

Ketua Barisan Muda Nahdatul Ulama (BMNU) Kepsul, Amirudin S Ahmad

Mencermati persoalan itu, Ketua Barisan Muda Nahdatul Ulama (BMNU) Kepsul, Amirudin S Ahmad menyampaikan bahwa pembangunan masjid di Kepsul terindikasi korupsi sehingga pembangunan sejumlah masjid tak kunjung selesai

“Misalnya pembangunan masjid An Nur Desa Pohea dengan menelan anggaran senilai Rp5 Miliar lebih”, katanya, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga  BPBD SBB Tinjau Lokasi Banjir di Dusun Siaputi

Anak muda yang akrab disapa Nabas ini juga mempertanyakan soal anggaran pembangunan teras masjid Al Ikhlas Desa Fogi sebesar Rp400 juta dan dana pembangunan Musholla di Desa Capalulu dengan nilai Rp.600 juta.

Atas ketiga kasus itu, Amirudin meminta Polres Kepulauan Sula untuk mengusutnya hingga tuntas. (ifo)