BNNP Malut Kembali Ungkap Jaringan Jakarta dan Makasar

oleh -72 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: BNNP Malut dan Bea Cukai kembali mengungkap kasus Narkoba jaringan Jakarta-Makassar yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), salah satunya Kepala Seksi di Pemda Halmahera Selatan.

Kepala BNN Provinsi Maluku Utara, Drs. Edi Swasono mengatakan, penangkapan, dua tersangka laki-laki bernama Fadel Afdal Samad alias Fadel, pria (25) warga Kelurahan Jambula dan Izkarnain alias Ain, pria (24) warga Kelurahan Jambula, pekerjaan mekanik ditangkap pada hari Jumat tanggal 24 Januari 2019, pukul 22.52. Wi.

“Kedua tersangka diketahui memperoleh barang haram tersebut dari tangan kurir jaringan Makassar”, ujar Swasono kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Ternate, Rabu (5/2/2020).

“Tim pemberantasan BNNP Malut menyergap keduanya di depan kedai Kopi samping jembatan Kelurahan Sasa Kecamatan Pulau Ternate, dari tangan tersangka ditemukan 3 plastik bening berisi Narkotika jenis Sabu, setelah dilakukan pengembangan, pada (dini hari) petugas BNNP malut melakukan penggeledahan di rumah tersangka Fadel di Kelurahan Jambula disaksikan ketua RT setempat dan ditemukan 3 plastik bening Narkotika ganja”, jelasnya Kepala BNNP Malut

Kepala BNNP Malut mengungkapkan, dalam penangkapan tersebut terdapat barang bukti, dari tangan kedua tersangka didapati 3 bungkus plastik bening Narkotika jenis Sabu dengan berat 2,31 gram dan 3 bungkus plastik bening Narkotika jenis ganja dengan berat 3,80 gram. Selain itu dari tangan kedua tersangka disita juga barang bukti 1 buah Hp merek Xiaomi Redmi 4A warna putih, Charger Hp merek Vivo dan 1 hp merek Mito.

Baca Juga  5 hari menghilang 2 nelayan Ambon belum ditemukan

“Fadel dan Iskarnain dikenakan pasal Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan sangkaan menerima, memiliki, menyimpan, menguasai dan menjadi perentara dalam jual beli Narkotika dengan hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun”, ungkap Swasono.

Kepala BNNP Malut Melanjutkan menambahkan, kasus kedua, berawal ketika tersangka bernama Djunaidi Fatahun Alias Jun, pria (38), salah satu pejabat ASN sebagai kepala Seksi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), warga desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halsel ditangkap pada hari Rabu, tanggal 29 Januari 2019 Pukul 22.15 WIT.

“Kronologi itu berawal penangkapan tersangka Djunaidi oleh petugas Pemberantasan BNNP Malut di depan rumahnya di Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan kabupaten (Halsel), saat tersangka menerima satu bungkus paket berdasarkan informasi dari personil Bea dan Cukai Ternate tentang adanya pengiriman paket ganja dan shabu dari Jakarta Tujuan Ternate menuju Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan dengan menggunakan jasa ekspedisi TIKI dan modus operandi dengan pengiriman paket onderdil motor”, lanjutnya

Baca Juga  BONUS Serahkan 22 Sertifikat Tanah ke Pemkab Buru

Dia menuturkan, petugas BNNP Malut langsung bergerak ke Pulau Bacan dan membekuk tersangka saat menerima paket tersebut di depan rumahnya.

Berdasarkan hasil investigasi penyidik BNNP Malut diketahui tersangka Djunaidi Fatahun Alias Jun menerima dan akan mengirimkan kembali paket barang haram tersebut berdasarkan permintaan salah satu oknum warga binaan Lapas Kelas II A Ternate. Barang bukti, Narkotika jenis ganja seberat + 524 gram.

Selain itu ditangan pelaku juga ditemukan Narkotika jenis sabu +1,74 gram dan 1 hp warna hitam merek OPPO.

Atas perbuatannya “tersangka Djunaidi atau Jun dikenai Pasal 111 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan sangkaan menerima, memiliki, menyimpan, menguasai dan menjadi perentara dalam jual beli Narkotika dengan hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun”, tutupnya (adhy)