BNPB: Sepanjang Januari 2021 Terjadi 263 Bencana

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 263 bencana alam terjadi sepanjang 1 hingga 31 Januari 2021. Dimana bencana hidrometeorologi masih mendominasi jumlah bencana hingga akhir Januari tahun ini.

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung mendominasi kejadian bencana.

“Catatan BNPB, sebanyak 167 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan tanah longsor 42 dan puting beliung 42. Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu gelombang pasang 6 kejadian dan gempa bumi 5 kejadian,” dari data yang diterima porostimur.com, Senin (1/2/2021).

Sementara itu, tiga Provinsi di Pulau Jawa yang tercatat paling banyak kejadian bencana terjadi di Jawa Tengah dengan 46 kejadian, di Jawa Timur dengan 42 kejadian, dan di Jawa Barat sebanyak 36 kejadian bencana.

Selain itu, masih di Pulau Jawa dimana Banten mencatatkan sebanyak 7 kejadian bencana, DKI Jakarta 1 kejadian, dan DI Yogyakarta sebanyak 0 kejadian bencana. Sehingga jika di total, di Pulau Jawa terjadi sebanyak 132 kejadian bencana.

Baca Juga  Lima Komisioner KIP Maluku Resmi Dilantik

Dan tercatat sebanyak 51 kejadian bencana terjadi di Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau, di Kalimantan 29 kejadian bencana, kemudian di Sulawesi terjadi 19 kejadian, di Bali terjadi 6 kali kejadian bencana, di Nusa Tenggara Barat sebanyak 15 kejadian, Nusa Tenggara Timur 4 kejadian, di Maluku dan Maluku Utara 3 kejadian, dan Papua terjadi 1 kali kejadian bencana.

Dari kejadian bencana sepanjang Januari 2021 ini, saat ini sebanyak 1.548.173 jiwa terdampak dan mengungsi. Sedangkan meninggal dunia 191 orang dan hilang sebanyak 9 orang dan luka-luka 12.042 orang.

Sementara itu, dampak bencana sekitar 36.534 rumah rusak dengan rincian 4.286 rumah rusak berat, 5.216 rumah rusak sedang dan 27.032 rumah rusak ringan.

Baca Juga  Pemerintah Korsel, Bantu Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Sebanyak 124 fasilitas umum juga mengalami kerusakan dengan rincian 76 fasilitas pendidikan, 24 fasilitas peribadatan, dan 24 fasilitas kesehatan rusak, 4 kantor rusak dan 43 jembatan mengalami kerusakan akibat bencana. (red)