Bocah 5 Tahun Jatuh dari Kapal di Perairan Obi, Tim SAR Lakukan Pencarian

oleh -68 views
Link Banner

Porostimur.com, Labuha – Bocah laki-laki berusia 5 tahun dilaporkan terjatuh dari kapal di perairan Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (23/1/2023) malam.

Bocah bernama Safil itu bersama ibunya yang berasal dari Desa Madopolo, Halmahera Selatan, menumpangi KM Sumber Raya 05 rute pelayaran Jikotamo – Kawasi.

Kepala Kantor Basarnas Ternate Muhammad Arafah menjelaskan, berdasarkan keterangan laporan kronologis jatuhnya bocah itu yakni saat kapal melintas Pulau Mala Mala. Saat itu ibu korban dan korban sedang berada di haluan kapal bersama seseorang bernama Asman.

Mereka sedang asyik melihat pemandangan namun tiba-tiba korban terjatuh masuk dalam lubang pembuangan tali kapal.

“Saat itu juga ibu korban langsung berteriak kepada kapten kapal dan ABK untuk menghentikan kapal. Pada saat korban terjatuh dari kapal arus sangat kencang dan korban pun sudah tidak terlihat lagi,” terangnya.

Baca Juga  Kenari Makeang Tampil di Dubai Expo 2020 Uni Emirat Arab

Menindaklanjuti laporan ini, kata Arafah, sekitar pukul 01.15 WIT Senin (24/1) dini hari Petugas Basarnas Ternate berkoordinasi dengan Polair Kawasi, Pulau Obi, untuk meminta bantuan tindakan awal dan pencarian.

Tim Pol Air, dan Tim PT WP dan RKA, serta dua longboat dari Madapolo diterjunkan untuk membantu pencarian namun belum membuahkan hasil, tim Basarnas juga bergerak ke TKP.

Informasi dari TKP menyebutkan di perairan Obi ombak diperkirakan 0.5 sd 1.25 m, ditambah arus membuat tim sedikit kesulitan. Pencarian korban terpaksa dihentikan dan dilanjutkan pagi hari.

Kepala Kantor SAR Ternate, Muhammad Arafah mengatakan, pada pukul 07.00 WIT, Tim Rescue Unit Siaga SAR Bacan bergerak menuju lokasi menggunakan speedboat masyarakat untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban,” tandasnya.

Baca Juga  Berkat Mohamed Salah, Pria di Inggris Ini Mantap Jadi Mualaf

Hingga berita ini ditayangkan, pencarian terhadap korban masih dilakukan.

Sementara itu, salah seorang saksi di TKP, menceritakan bahwa pada saat itu, Is melihat korban bersama ibunya yang bernama Nusti, sedang berdiri di haluan depan kapal sebelah kiri sambil melihat-lihat laut yang mana pada saat itu kapal melewati PT. Wanatiara Persada.

“Posisi berdiri korban tepat di depan bolder (lubang tempat pengikat tali kapal ) sementara ibu korban berada di samping korban. Tak lama berselang, ibu korban terlihat berbicara di telepon, dan beberapa saat kemudian, ibu korban sudah berteriak mengatakan anaknya terjatuh ke laut melalui lubang bolder.

“Mendengar teriakan tersebut sontak membuat panik para penumpang dan kemudian kapten kapal langsung menghentikan kapal dan memutar haluan balik untuk melakukan pencarian,” ujarnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.