Bocor, Media ini Sebut Jumlah Tentara Rusia yang Tewas di Ukraina Hampir 10 Ribu

oleh -147 views
Pemakaman pasukan Rusia yang tewas dalam Perang Putin di Ukraina
Link Banner

Porostimur.com, Moscow – Akhirnya terungkap jumlah pasukan Rusia yang tewas dalam Invasi Rusia atau Perang Putin ke Ukraina yang selama ini ditutupi Rusia.

Rusia hanya pernah mengupdate jumlah kematian pasukannya dalam Perang Putin di Ukraina 2 Maret 2022 yakni 498 orang.

Terbaru, media pro-Rusia, Komsomolskaya Pravda, keceplosan yang berakibat terbongkarnya jumlah pasukan Rusia yang tewas dalam 25 hari Perang Putin, Minggu 20 Maret 2022.

Angka yang dirilis Komsomolskaya Pravda ini mengutip keterangan Kementerian Pertahanan Rusia yang rutin menggelar konferensi pers.

Komsomolskaya Pravda menyebut jumlah pasukan Rusia yang tewas mencapai 9.861 orang.

Sedangkan jumlah pasukannya yang terluka 16.153 orang.

Sontak postingan ini mendadak ramai, karena memang selama ini Rusia sangat ketat menyensor konten Perang Putin.

Media yang nekat mengunggah konten Perang Putin di luar keinginan Pemerintah Rusia dikenakan pasal penyebaran kabar bohong.

Tank Rusia yang hancur lebur diserang pasukan Ukraina
Tank Rusia yang hancur lebur diserang pasukan Ukraina (twitter)

Beberapa menit kemudian, bagian artikel terkait jumlah korban jiwa pasukan Rusia menghilang dari berita ini.

Namun pakar IT bisa melacak artikel asli sebelum tiba-tiba direvisi.

Baca Juga  Polres Kepulauan Sula Tangkap DPO Dana Desa Fagudu di Kendari

Editor KP Vladimir Sungorkin kemudian mengatakan kepada BBC bahwa informasi tersebut adalah hasil peretasan, dan mengatakan surat kabar itu akan memposting penjelasannya nanti.

Pakar IT meragukan keterangan Vladimir Sungorkin yang menyebut berita aslinya diretas. Sebab konten artikel itu berada di CMS, yang bisa diakses akun yang sudah diotorisasi.

Perhitungan jumlah korban jiwa tentara Rusia ini jauh di atas perkirakaan intelijen Amerika yang menyebut angka 7.000 an.

Namun masih di bawah angka yang dirilis Kementerian Pertahanan Ukraina yang rutin diupdate setiap hari.

Sumber Ukraina mengatakan bahwa sejauh ini sebanyak 15.000 tentara Rusia tewas.

Sedangkan BBC Rusia telah mengumpulkan daftar 557 kematian tentara Rusia yang dikonfirmasi.

Di pihak Ukraina, lebih dari seminggu yang lalu, Presiden Zelensky mengatakan 1.300 tentara Ukraina telah tewas, tetapi Ukraina tidak memberikan angka sejak itu.

Pada hari Senin, para pejabat Ukraina mengatakan 115 anak-anak telah tewas dalam konflik dan 140 terluka, sementara kantor hak asasi manusia PBB mengatakan 925 warga sipil telah tewas dan 1.496 terluka.

Baca Juga  Glenn Fredly Rilis Lagu 'Ada' di Hari Pattimura

Namun, pihak berwenang di kota selatan Mariupol yang terkepung memperkirakan bahwa 2.500 orang telah tewas di kota itu saja.

Meski Rusia masih bungkam soal jumlah pasukannya yang tewas, informasi pemakaman pasukan Rusia hampir tiap hari menghiasi media sosial Rusia seperti VK.

Kementerian Pertahanan Inggris menduga langkah Rusia mengerahkan rudal hipersonik untuk menghancurkan infrastruktur Ukraina diudga untuk menutupi kerugian jumlah tentaranya yang tewas dalam Perang Putin.

Selama beberapa hari terakhir, Rusia mengklaim telah menembakkan rudal hipersonik – untuk pertama kalinya dalam Perang Putin, ke sasaran di Ukraina barat.

Pejabat Rusia mengklaim rudal hipersonik Kinzhal ( belati dalam bahasa Rusia ) – dapat mencapai target hingga 2.000 km (1.240 mil) dengan kecepatan lebih dari 6.000 km / jam.

Baca Juga  Nyatakan Cinta via Inbok Messenger, Oknum BPD ini Diadukan ke Polisi

Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan penggunaan rudal hipersonik tidak mungkin “secara material mempengaruhi hasil” Invasi Rusia di Ukraina.

Analisa Think Tank Study of War

Aksi pasukan Rusia dalam Perang Putin di Ukraina sebagian besar terus terhenti dan terganggu oleh masalah logistik

Ternyata pasukan Rusia tidak melakukan operasi ofensif di dekat Kyiv pada hari Senin, dan malah memperkuat posisi pertahanan mereka.

Demikian pula, pasukan Rusia di timur laut Ukraina tetap stagnan dan “tidak dapat menyelesaikan masalah logistik.”

Di Mariupol, pasukan Rusia telah membuat “kemajuan yang lambat tapi pasti”, dan telah menembaki infrastruktur sipil. Mariupol akan jatuh dalam beberapa minggu ke depan.

Selain itu, Rusia telah dipaksa untuk mengerahkan pasukan cadangan “berkualitas rendah”, termasuk “unit kesiapan rendah” dari Timur Jauh Rusia, untuk menggantikan kerugian di unit tempur garis depan. 

(red/tribunnews/bbc)