Bola Liar Faradiba Yusuf, Pembobol BNI Ambon. KPK Ikut Pantau?

oleh -189 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menyusul FY (Faradiba Yusuf), tiga pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Negara Indonesia (BNI) ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiganya diduga terlibat kasus penggelapan dana nasabah BNI Cabang Ambon senilai Rp 58,9 miliar.

Ketiga pimpinan KCP yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni pimpinan KCP BNI Tual berinisial KT, Pimpinan KCP BNI Masohi berinisial M, dan pimpinan KCP Dobo berinisial JRM.

Kasus Pembobolan BNI Ambon, Polisi Dalami Peran 5 Nasabah BNI dengan Faradiba Yusuf
Daftar Kekayaan Faradiba Yusuf Pejabat BNI 46, Pembobol Rekening Nasabah Hingga Total Rp 124 Miliar 

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

“Ketiga tersangka KT, MM, dan JRM telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Roem kepada waratawan di Ambon, Senin (28/10/2019).

Roem menjelaskan, hasil pemeriksaan, ketiga tersangka ikut membantu tersangka FY alias Faradiba Yusuf dalam melancarkan aksi kejahatan. FY adalah tersangka utama dalam kasus tersebut.

Baca Juga  5 Lagu Boyband Era 90an, yang Masih Enak Didengar Sampai Sekarang

“Mereka bertiga terlibat ikut serta membantu tersangka Faradiba Yusuf,” ujar Roem di Kafe Pelangi, Soabali Ambon.

Dengan demikian, jumlah tersangka dalam kasus penggelapan dana nasabah BNI Cabang Ambon menjadi lima orang.

Polisi sebelumnya menetapkan tersangka FY dan SP alias Soraya.

“Sampai saat ini sudah lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka, untuk yang lain statusnya masih sebagai saksi,” katanya.

Kasus penggelapan dana nasabah BNI Cabang Ambon terbongkar setelah auditor BNI menggelar inveastigasi internal di bank tersebut.

Hasil investigasi internal itu menemukan adanya transaksi dan investasi tidak wajar yang dilakukan oleh FY sehingga merugikan bank hingga mencapai 58,9 miliar.

Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Polda Maluku pada 8 Oktober lalu untuk diproses secara hukum.

Hasilnya polisi kemudian menangkap FY dan SP di salah satu vila di perumahan Citraland di kawasan Lateri, Ambon.

Baca Juga  Usman-Bassam Tampil Gemilang di Debat Pertama Pilkada Halsel

Saat penangkapan itu, kedua tersangka sedang bersama seorang pria berinisial DN.

Polisi ikut memeriksa DN dalam kasus itu namun hingga kini statusnya masih sebagai saksi.

Dalam kasus itu juga polisi menyita uang tunai yang diduga sebagai hasil kejahatan senilai Rp 1,5 miliar, puluhan dokumen dan tiga mobil milik FY.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun porostimur.com menyebutkan, akibat kasus ini, sejumlah petinggi dan karyawan BNI Ambon mendapat sanski tidak menerima tunjangan dan hanya menerima gaji pokok. Mereka juga disanksi tidak mendapat promosi pangkat dan jabatan bahkan ada yang dicopot.

Sumber ini juga menyebutkan, jumlah dana yang digelapkan FY dkk, diduga jauh di atas jumlah yang diketahui masyarakat dan beredar di media massa.

Baca Juga  Terus Diguyur Hujan, Kapolres Ambon Minta Warga Mengungsi

“Bukan cuma Rp.124 M bang. Setahu saya, ada di kisaran Rp. 315 M,” ujarnya sambil meminta anonimasi.

KPK Ikut Mementau

Komisi anti rasuah dikabarkan ikut memantau perkambangan kasus ini. Sumber internal porostimur.com di KPK menyebutkan, pihaknya intens memantau perkembangan kasus yang melibatkan dana ratusan milyar ini.

Ia mengatakan, diduga ada tindakan pencucian uang yang dilakukan oleh lebih kurang 11 orang pengusaha asal Maluku yang menggunakan jaringan FY dan kawan-kawan.

Salah satu indikasi yang menurutnya cukup jelas adalah adanya satu transaksi di BNI Tual yang sudah dikantongi datanya.

“Jadi kita sedang pantau dan telusuri. Dugaan kita mengarah ke situ,” tukasnya. (red/rtl)