“Ingat bahwa kita kalau menjaga jajanan anak sekolah, bahan-bahan jualan yang tida higenis tidak menggunakan zat-zat kimia tertentu itu sama dengan kita merusak generasi. Syukur-syukur kalau generasi itu bukan anak kita sendiri, tapi kalau bilang generasi itu tanggung jawab kita bersama. Dan ini juga jadi tanggung jawab sekolah, bukan saja tanggung jawab BPOM, tapi juga tanggung jawab komite kepada orang tua,” Kata Latuheru.
Latuheru mengungkapkan waktu pemberian penghargaan, dirinya telah mengatakan bahwa pemberian hadiah atau juara ini karena mereka melaksanakan secara baik. Dan jaga terus seperti ini, agar bahan makanan yang dijual di sekolah adalah terhindar dari bahan-bahan yang dilarang.
“Seperti yang tadi saya bilang bersinergi BPOM, Dinkes, Pendidikan, Kementerian Agama, Lingkungan Hidup dan juga elemen lainnya. Termasuk yang paling penting orang tua juga harus di lihat,” ungkap Latuheru.
Sementara itu, Kepala BPOM Ambon, Hariani mengatakan, Kantin disekolah-sekolah telah dibenahi, semua bisa lihat nanti before dan afternya. Jadi progresnya luar biasa, makanya pihaknya sangat bersyukur dari 200 sekolah yang mengikuti bimtek, terus pihaknya fokuskan lagi ke 40 sekolah yang untuk piagam bintang dan updatenya sesuai dengan parameter kantin sehat. Makanya Bpom kerjasama dengan dinkes, dinas pendidikan, agama, lingungan hidup, agar dapat menilai dari berbagai aspek.




