BPOM Ambon Cek Kesiapan Sarana Penyimpanan Vaksin Covid-19

oleh -9 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Vaksin menjadi harapan dunia termasuk Indonesia dalam menanggulangi dan menghentikan penyebaran Covid-19.

Badan POM telah menerbitkan EUA (Emergency Use Authorization) atau ijin penggunaan darurat sebagai bentuk kebijakan dalam rangka percepatan penanganan kondisi darurat pendemi seperti halnya juga dilakukan oleh semua otoritas regulatori obat seluruh dunia.

EUA yang dikeluarkan terhadap vaksin Sinovac produksi Sinovac Biotech didasarkan pada evaluasi ketat terhadap data uji klinik meliputi data mutu, keamanan dan khasiat.

Sebanyak 18 juta dosis vaksin Sinovac telah masuk ke Indonesia dalam 3 tahap sejak 6 Desember 2020 lalu dan telah didistribusikan kepada 34 propinsi.

Provinsi Maluku sendiri mendapatkan 15.120 dosis yang nantinya akan didistribusikan ke 11 kabupaten/kota.

Baca Juga  Silaturahmi Pertama Kakandepag Halsel Dengan 280 Jamaah Calon Haji Tahun 2020

Dalam rangka mengawal vaksin agar tetap terjaga mutunya selama distribusi, penyimpanan hingga siap digunakan kepada masyarakat Maluku, Balai POM di Ambon melaksanakan pengecekan kesiapan sarana yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan vaksin  diantaranya Instalasi Farmasi Propinsi/ Kabupaten, RS Daerah, PuskesmasPuskesmas, Jum’at (29/1/2021).

Selain mengecek kesiapan sarana penyimpanan di Instalasi Farmasi Propinsi Maluku, juga dilakukan di Instalasi Farmasi Kabupaten, RS dan Puskesmas di Kab. Seram Bagian Barat, Kab. Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Pengecekan ini bertujuan agar vaksin disimpan mengikuti rantai dingin (cold chain) sesuai dengan persyaratan penyimpanan yakni pada suhu 2 – 8° C dengan pemantauan suhu rutin minimal 2 kali dalam sehari sehingga mutu vaksin baik sampai dengan digunakan kepada masyarakat.

Baca Juga  Dinas Kebudayaan & Pariwisata Halmahera Tengah Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Geopark

Kepala BPOM di Ambon, Dra Hariani Apt menyampaikan bahwa BPOM terus mengawal dalam menjamin keamanan dan mutu vaksin mulai dari hulu (jalur produksi) hingga ke hilir (rantai distribusi dan jalur pelayanan).

Hariani berharap, vaksin yang diberikan oleh tenaga kesehatan pada sarana pelayanan kepada masyarakat memiliki mutu yang sama ketika vaksin itu diproduksi.

“Mari dukung upaya pemerintah melalui vaksinasi dan semoga pandemi segera berlalu,” tukasnya. (alena)