BPOM Maluku giatkan Germas Sapa

oleh -34 views
Kepala BPOM Ambon Sandra Lintin
Link Banner

@Porostimur.com I Ambon : Hingga saat ini, hanya ada satu kasus makanan berbahaya yang berhasil terdeteksi oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BOM) Maluku.

Hal ini dibenarkan  Kepala BPOM Maluku, Sandra  Lintin, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Selasa (21/11).

”Di provinsi Maluku, berdasarkan data beberapa tahun terakhir sangat jarang ditemukan pangan yang tercemar dan berbahaya. Hanya ditemukan satu kasus penggunaan zat pewarna atau rodamin yang dilarang, namun dalam skala kecilnya belum membahayakan,” ujarnya.

Mengedepankan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di atas segalanya, akunya, pihaknya pun berinisiasi meluncurkan program gerakan masyarakat  sadar pangan aman (Germas Sapa).

”Kesehatan masyarakat yang menurun kini telah di perhatikan lebih untuk diarahkan pada promotif dan eventif. Karena itu, dibuat launching gerakan sehat agar kita bisa mengenalkan pada masyarakat untuk hidup sehat,” ujarnya.

Baca Juga  Bukan Salah Saudi Tolak Umrah WNI, Pigai: Karena Pemerintah Berbohong

Merealisasikannya, jelasnya, pihaknya pu  menggandeng instansi terkait lainnya seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Dinas Kelautan Provinsi Maluku, Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Maluku dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Keterlibatan instannsi lai itu, tegasnya, untuk mengontrol dan memantau kesehatan masyarakat, khususnya peredaran produk ilegal  dalam masyarakat, apalagi yang menyebar lewat media online.

Terpisah, Staf ahli bidang pembangunan dan infrastruktur politik Provinsi Maluku, Flona Koedoebun, menegaskan bahwa perkembangan teknologi, produksi dan bahan pangan yang sangat pesat merupakan tantangan terhadap keamanan pangan.

Karena itu, jelasnya, pemilihan jenis pangan yang bergeser dari pangan domestik rumah tangga ke pangan olahan  menghasilkan permasalahan yang baru.

Baca Juga  Parlemen Eropa Desak China Tutup Kamp Uighur di Xinjiang

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat Maluku lebih peka dan mengenal produk yang beredar.

Begitupun dengan generasi muda di Maluku, dimintanya menjauhkan diri dari produk ilegal dan obat terlarang agar menjadi anak bangsa yang bebas narkoba.

”Ini disebabkan belum terbudayanya memilih pangan olahan yang aman, bermutu dan bergizi merupakan hal yang perlu di atasi,” pungkasnya. (Amy)