BPS: Kenaikan Upah Tertinggi di DKI Jakarta 30%, Maluku Utara Turun 1,94%

oleh -20 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode Agustus 2021 hingga Agustus 2022 terjadi kenaikan upah buruh 12,22%. Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan perubahan upah buruh menurut kategori lapangan pekerjaan pada setahun terakhir menunjukkan bahwa semua kategori mengalami kenaikan.

“Kenaikan upah buruh tertinggi terdapat pada kategori lapangan pekerjaan Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 25,27%. Kenaikan upah buruh terendah terdapat pada kategori lapangan pekerjaan Administrasi Pemerintahan sebesar 1,58%,” kata dia dalam konferensi pers virtual, Senin (7/11/2022).

Dia menjelaskan upah buruh menurut provinsi bervariasi pada periode Agustus 2021-Agustus 2022. “Sebagian besar provinsi mengalami kenaikan upah buruh. Namun demikian, terdapat provinsi yang mengalami penurunan upah buruh,” ujarnya.

Untuk daerah yang mengalami penurunan yaitu pada tiga provinsi meliputi Aceh turun sebesar 0,62%, NTT turun sebesar 0,18%, dan Maluku Utara mengalami penurunan sebesar 1,94%.

“Kenaikan upah tertinggi tercatat di Provinsi DKI Jakarta, yakni 30,46%. Sementara itu, provinsi yang tercatat mengalami penurunan upah paling dalam yakni Provinsi Maluku Utara sebesar 1,94%,” jelasnya.

Margo menjelaskan data upah buruh dalam satu tahun terakhir dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi buruh dari sisi upah/gajinya. Dengan membandingkan data upah buruh hasil Sakernas Agustus 2021 dengan Agustus 2022 akan diperoleh gambaran bagaimana pertumbuhan upah buruh di Indonesia selama setahun terakhir.

Pertumbuhan upah buruh tersebut dapat dilihat melalui berbagai macam karakteristik, di antaranya menurut provinsi dan lapangan pekerjaan utama.

(red/detikcom)