BPS Maluku Gelar Focus Grup Discussion (FGD) Penyusunan Neraca Produksi Tabel Input Output (IO) Provinsi Maluku

oleh -112 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menggelar Focus Grup Discussion (FGD) Penyusunan Neraca Produksi Tabel Input Output (IO) Provinsi Maluku, di Swissbell Hotel Ambon, Rabu, (25/9/2019).

Dalam Sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh PLT Asisten I
mengatakan tahun 2019 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, dimana Rencana kerja pemerintah atau RKP Tahun 2019 lebih terfokus pada optimalisasi pemanfaatan seluruh sumber daya (pemerintah, swasta, perbankan), untuk mengejar pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan nasional.

“Berbagai isu strategis dalam RKP yang diangkat antara lain: Pembangunan manusia melalui kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui konektivitas dan kemaritiman, Peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri dan jasa produktif, Pemantapan ketahanan energi pangan dan sumber daya air, stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilihan umum,” katanya.

Baca Juga  5 Atlet Voli Putri Jepang yang Bikin Kamu Mendadak Jatuh Cinta

Menurutnya, dari isu tersebut, maka Salah satu program prioritas nasional yang telah digulirkan pemerintah dalam pengurangan kesenjangan antar wilayah, melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman, harus kita kawal bersama demi terwujudnya tujuan dan sasaran pembangunan nasional.

Dirinya menjelaskan perencanaan pembangunan berdasarkan aspek kewilayahan, membutuhkan tools Sehingga dalam menentukan kebijakan kewilayahan dapat tepat sasaran sesuai dengan tujuan nasional.

Saya mengapresiasi Kementerian PPN/Bappenas yang berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan kegiatan pengembangan statistik kewilayahan dengan penyusunan inter regional input output (IRIO), yang akan memberikan informasi mengenai struktur ketergantungan sektoral (sectoral interpendency) maupun ketergantungan antar wilayah (Regional interdependency).

“Inter Regional Input Output (IRRIO) merupakan penggabungan dari tabel input output seluruh provinsi atau region yang ada di wilayah Indonesia. IRRIO ini dapat memberikan gambaran secara rinci, keterkaitan antar wilayah untuk menunjang pembangunan nasional, terutama dalam menyusun rencana dan evaluasi kebijakan secara terintegrasi yang berbasis Spasial,” jelasnya.

Baca Juga  BRI Cabang Ambon Buka Layanan Terbatas Selama Libur Lebaran Idul Fitri

Dirinya mengungkapkan BPS akan melakukan penyusunan IRRIO selama tahun 2019-2020, di mana target yang akan dicapai dalam penyusunan neraca produksi tabel input output seluruh provinsi. sedangkan target yang akan dicapai pada tahun 2020 adalah melakukan penggabungan tabel input dan output dari semua provinsi di Indonesia dalam bentuk tabel inter-regional input output (IRRIO).

“Dengan demikian tabel input output di Provinsi Maluku disusun dengan tujuan menyajikan gambaran hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antar kegiatan ekonomi (sektor) dalam perekonomian provinsi Maluku secara menyeluruh, yang tentunya sangat penting sebagai bahan perencanaan dan evaluasi kebijakan pemerintah di Provinsi Maluku,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Maluku dapat membangun kerjasama, berkoordinasi, berkomunikasi dan berkolaborasi, menyampaikan data yang akurat ke BPS provinsi Maluku sebagai bahan penyusunan tabel input output (IO) dan tabel inter regional input output (IRRIO) tersebut. kita harus membangun komitmen bersama sehingga hasil tabel IO dan IRRIO Nasional yanh dihasilkan lebih berkualitas. (ebot)