BPS: Nilai Tukar Petani Maluku Agustus 2020 turun 1,21 persen

oleh -26 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2020 yakni sebesar 100,65 atau 0,56% (m to m).

Kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Agustus 2020, yang angkanya mencapai 100,84 atau 0,31% (m to m).

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan bahwa kenaikan NTP dan NTUP disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) jauh lebih besar ketimbang indeks harga yang dibayar petani. Berdasarkan catatannya, indeks harga yang diterima naik sebesar 0,39%.

“NTP Bangka Belitung menjadi angka yang tertinggi yaitu sebesar 3,64%. Sebaliknya, NTP Provinsi Maluku turun terbesar 1,21%,” ujar Suhariyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2020).

Link Banner

Penurunan NTP terjadi karena penurunan It sebesar 1,45 persen melampaui penurunan Ib yang tercatat sebesar 0,24 persen.

Baca Juga  Polda Maluku Gelar Sidang Kelulusan Seleksi PAG T.A. 2020 Tingkat Panda

Seluruh subsektor mengalami penurunan NTP yakni : subsektor hortikultura (2,54 persen), subsektor perikanan (1,62 persen) yang disumbangkan oleh penurunan pada kelompok perikanan tangkap (1,63 persen) dan kelompok perikanan budidaya (1,55 persen), subsektor tanaman perkebunan rakyat (1,10 persen), subsektor peternakan (0,82 persen), dan subsektor tanaman pangan (0,55 persen).

Komoditas pertanian yang mengalami penurunan harga di tingkat petani/penyumbang terbesar penurunan It yakni : tanaman pangan; ketela pohon, gabah, talas, dan ketela rambat; hortikultura; cabai rawit, cabai merah, tomat, jeruk, buncis, kacang panjang, bawang merah, sawi hijau, kol/kubis, labu siam, dan bayam; tanaman perkebunan rakyat : cengkeh dan pala biji;

“Kami mencatat indeks harga yang dibayar mengalami penurunan sebesar 0,17%,” katanya.

Baca Juga  Pusdiklat PB BNPB Gelar Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Provinsi Maluku di Ambon

Lebih lanjut Suhariyanto menjelaskan terdapat dua subsektor turunan pangan yang mengalami penurunan, yakni subsektor hortikultura dan peternakan. Meskipun menurun, baik NTP maupun NTUP pada Januari-Agustus 2020 secara keseluruhan terus membaik, yaitu berada di angka 101,21,″ tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri mengatakan indikator kesejahteraan petani ini makin baik. Menurutnya, hal ini merupakan hasil kerja keras petani, semua pelaku usaha, dan pemerintah di sektor pertanian.

Sebelumnya, kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) juga mengalami kenaikan, khususnya pada kuartal II/2020. Hal ini membuat pertanian menjadi satu-satunya sektor dari lima penyangga utama PDB yang tumbuh positif sepanjang periode 2020.

Baca Juga  PD Panca Karya Bangkrut, Moenandar akui sudah lapor Gubernur

Sebagai informasi, NTP merupakan salah satu indikator kemampuan daya beli petani di pedesaan. Melalui NTP, dapat diketahui daya tukar (terms of trade) produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi atau pun untuk biaya produksi. (red)