Brimob Polda Maluku Patroli Harkamtibmas Sembari Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru

oleh -31 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Personel Brimob Maluku terus melaksanakan patroli Harkamtibmas sembari memberikan edukasi tentang bahaya penyebaran dan bagaimana cara mencegah Virus Corona Covid-19 di masa adaptasi baru. Edukasi ini diberikan meski Kota Ambon masih berstatus zona Orange dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Sejumlah 5 personil Detasemen Gegana Satbrimob Polda Maluku laksanakan patroli harkamtibmas dan penerapan Physical Distancing di Ambon yang dipimpin oleh Brigpol Ersyad Al Idrus, Selasa (15/12/2020).

Komandan Satuan Brimob Polda Maluku dalam hal ini Wakil Komandan Detasemen Gegana AKP Denny Sandera, S.H., S.I.K menegaskan “dalam melaksanakan patroli harkamtibmas rekan-rekan harus menerapkan metode humanis kepada masyarakat Kota Ambon guna menyampaikan himbauan tentang bahaya dari Virus Corona gar masyarakat dapat mempercayai bahwa kita masih hidup berdampingan dengan Covid-19,” tegas AKP Denny.

Baca Juga  Masih di Zona Kritis, Pemkot Ambon akan Berlakukan PSBB Transisi Jilid Enam

Di lokasi tersebut, personel memberikan arahan kepada warga agar selalu menggunakan masker saat pada saat di luar rumah dan selalu mencuci tangan. Masker sangat penting untuk kesehatan di saat pandemi. Tak hanya itu, personel juga menekankan pentingnya jaga jarak dan pola hidup sehat secara mandiri.

“Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika sakit atau saat berada di tempat umum. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan,” lanjut Wadanden Gegana.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan pandemi Covid-19 namun dari sumber resmi dan akurat. Selain itu juga mengikuti arahan serta informasi dari petugas kesehatan dan dinas kesehatan setempat.

Baca Juga  Oscar 2021, Kembalinya Red Carpet dan Tak Ada Zoom

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk bakti Brimob Polda Maluku terhadap masyarakat yang terdampak Covid–19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. (valen)