Brimob & TNI Bentrok di Saumlaki, Ini Penyebabnya

oleh -263 views
Link Banner

Porostimur.com | Saumlaki: Bentrokan antara aparat TNI dan Brimob terjadi di Saumlaki, ibukota Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (20/12/2019) tadi malam.

Bentrokan dipicu kesalahpahaman antara personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob Polda Maluku dengan personel Yonif 734/Satria Nusa Samudera (SNS) di Saumlaki, terkait masalah disiplin dalam berlalu lintas.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H mengatakan, kejadian keributan tersebut adalah murni kesalah pahaman.

Marga Taufik menjelaskan, hubungan sinergitas yang terjalin antara TNI-Polri di wilayah Maluku dan Maluku Utara selama ini dinilai sudah sangat baik. Peristiwa yang terjadi sebetulnya hanyalah oleh oknum karena kesalah pahaman, tapi karena situasi kejadian peristiwa itu di sekitar Pasar Saumlaki depan Town Square (Satos) sangat ramai sehingga banyak yang ikut mencoba melerai dan sekedar menonton.

“Saya bersama Kapolda Maluku tadi malam telah sepakat untuk menyelesaikannya dengan baik, arif dan bijaksana, pengamanan terhadap personil masing-masing pihak agar tidak melebar, mengendalikan situasi agar kembali kondusif dan seluruh personel kembali ke dalam asrama, setiap perkembangan dilaporkan kepada Saya”, ujar Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, “Karena ini murni kesalah pahaman, maka semua sudah menyadari kesalahan masing-masing, dan nantinya semua pasti akan diproses jika terbukti bersalah sesuai dengan hukum yang berlaku”, kata Pangdam.

Baca Juga  Ribuan Warga Papua Nugini Serukan Referendum untuk Papua Barat

Pangdam beserta Kapolda telah mengambil tindakan-tindakan preventif guna mencegah kejadian tersebut meluas dan situasi keamanan tidak terkendali. Komandan Brigif 27/Nusa Ina, Dandim 1507/Saumlaki, Perwira Pom sudah berada di Saumlaki untuk menenangkan situasi. Hari ini Kapolda dan Pangdam akan bertolak menuju Saumlaki guna memberikan pengarahan kepada personel jajarannya dan masyarakat.

Pangdam berharap, ditengah suasana religi jelang natal dan tahun baru 2020, agar jangan terganggu dengan hal-hal seperti kejadian seperti ini.

“Mohon doanya semoga kejadian ini tidak berkembang karena Maluku ini sangat berharga, menjadi Provinsi dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di Indonesia”, tandas Pangdam.

“Kedepan kami akan mengadakan kegiatan untuk memperkuat lagi sinergitas TNI-Polri baik dengan olah raga bersama dll”. tutup Pangdam.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat dalam keterangannya di Ambon, Sabtu (21/12/2019) mengatakan, peristiwa bermula ketika personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob Polda Maluku sedang melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan.

Baca Juga  Tradisi itu Diciptakan

KRYD adalah kegiatan kepolisian seperti patroli, pengaturan lalu lintas dan penjagaan namun intensitasnya ditingkatkandi perempatan perbelanjaan Saumlaki Town Square (Satos).

Saat itu sekitar pukul 19.00 WIT dan menemukan seseorang mengendarai roda dua melawan arus dan tidak menggunakan helm sehingga ditegur oleh unit patroli Brimob Polda Maluku atas nama Bharatu Marselinus Laikier.

“Akibatnya terjadi pertengkaran mulut dan berlanjut hingga terjadi penamparan oleh Bharatu Marselinus terhadap warga tersebut yang ternyata personel Yonif 734/SNS atas nama Prada Palisoa,” jelas Ohoirat.

Dikatakan, bersamaan waktunya ada beberapa anggota personel Yonif 734/SNS yang berada di TKP karena sementara mengantar ibu-ibu Persit yang berbelanja di Satos melihat kejadian tersebut, sehingga tidak terima dan terjadi perkelahian di TKP.

“Melihat salah seorang anggota Yonif 734/SNS mencabut sangkur, Bharatu Marselinus Laikier anggota Brimob melepaskan tembakan dengan peluru hampa,” katanya.

Menurutnya, personel Brimob kemudian ditarik kembali ke markasnya dan beberapa anggota Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) datang ke TKP dengan tujuan mengamankan TKP.

“Pukul 20.25 WIT sekitar 40 personel Kompi Senapan A Yonif 734/SNS datang Ke TKP menggunakan kendaraan roda 6 dan kendaraan roda 2. Sebagian melakukan pemukulan terehadap personel Polres MTB yang saat itu sedang malakukan pengamanan TKP namun sebagian juga diantara mereka mengamankan anggota Polres yang ada di TKP,” ungkapnya.

Baca Juga  Mama Yosepha: Tuhan Utus Veronica Koman untuk Jadi Mama Papua

Ohoirat juga mengatakan, sekitar pukul 21.00 WIT, personel Yonif 734/SNS didorong utk kembali ke markas batalyon.

“Saat dalam perjalanan kembali personel tersebut melakukan pelemparan perumahaan Asrama Polres MTB. Akibat kejadian tersebut terdapat 4 anggota Polri yang mengalami luka lecet sedagkan kerusakan yang dialami berupa 4 unit rumah asrama Polres MTB mengalami pecah kaca bagian depan, 1 Klinik kesehatan Polres mengalami pecah kaca bagian depan, 1 unit mobil pecah kaca belakang dan 1 Unit Motor dinas rusak ringan,” katanya

Ia menambahkan, sekitar 22.15 WIT situasi dapat terkendali, dan seluruh personel masing-masing satuan sudah kembali ke markas masing-masing.

“Situasi seputaran Kota saumlaki sampai saat ini dalam keadaan kondusif dan aktifitas mayarakat serta anggota TNI Polri sudah normal seperti biasa,” ujarnya. (keket)