Porostimur.com, Langgur — Bupati Maluku Tenggara (Malra), Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan pembangunan di Pulau Kei Kecil dan Pulau Kei Besar harus berjalan setara demi pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, Selasa (3/3/2026), di Elat.
“67 persen penduduk miskin ekstrem Malra tinggal di Pulau Kei Besar, dan hampir separuh wilayahnya belum memiliki akses jalan yang memadai,” ujarnya.
Menurut Hanubun, sebanyak 54 desa di Kei Besar masih terisolasi. Ribuan warga harus melewati medan berat hanya untuk mengakses sekolah, puskesmas, maupun pasar.
Elat Jadi Simpul Konektivitas
Ia menegaskan, Pulau Kei Besar harus setara dengan Pulau Kei Kecil dalam hal pembangunan dan kesejahteraan.
Kota Elat, kata dia, menjadi simpul utama konektivitas sekaligus pusat distribusi ekonomi yang harus diperkuat melalui pengembangan Pasar Elat.
“Produk lokal seperti kelapa, ikan, rumput laut, dan hasil pertanian diharapkan lebih mudah sampai ke pasar dengan harga yang menguntungkan masyarakat,” bebernya.
Hanubun kemudian merinci kondisi lima kecamatan di Pulau Kei Besar. Kei Besar Elat menjadi pusat pelayanan dan ekonomi dengan fokus penguatan Pasar Elat.









