Bukan Barang Terlarang, Menteri Pertanian Tetapkan Ganja Sebagai Tanaman Obat

oleh -86 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Selama ini, ganja masuk dalam narkotika golongan I yang peredarannya dilarang di Tanah Air.

Keputusan Syahrul Yasin Limpo ini menuai pro dan kontra.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menetapkan tanaman ganja sebagai satu di antara tanaman obat komoditas binaan Kementerian Pertanian.

Ketetapan itu tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang ditandatangani Menteri Syahrul sejak 3 Februari lalu.

Merespons hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyambut baik gagasan yang dituangkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) tersebut.

Namun, menurut Daniel alangkah baiknya jika ketetapan itu diterapkan setelah adanya revisi Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebab, dalam Undang-Undang itu, ganja masuk dalam jenis narkotika golongan I.

Baca Juga  Gebyar UKM Indonesia 2018, kekuatan baru perekonomian

“Secara prinsip ini kebijakan strategis yang tepat, meski berbeda dengan Undang-Undang yang ada sehingga lebih baik Undang-Undangnya diubah dulu sebelum hal ini ditetapkan,” kata Daniel Johan mengutip Tribunnews, Sabtu (29/8/2020).

Terlebih ganja cocok ditanam dengan iklim yang ada di Indonesia.

“Jangan segala hal yang bisa bermanfaat untuk kesehatan diberangus. Ujung-ujungnya kita hanya impor produk-produk farmasinya yang bahan bakunya sebenarnya melimpah dan cocok ditanam di iklim Indonesia, itu sama saja menenggelamkan harta karun kita sendiri,” tuturnya.

“Akhirnya negara lain seperti Thailand yang mengambil keuntungan besar. Padahal kita bisa atur buat kebijakan yang tegas. Sehingga Indonesia bisa menyumbang hal yang baik bagi kesehatan dan kemanusiaan. Selain meningkatkan nilai ekspor bernilai tinggi,” pungkasnya.

Baca Juga  Viral Video Oknum Polwan Digerebek Suami Saat Bersama Polisi Ngamar Bareng di Hotel

Untuk diketahui dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian, komoditas binaan dan produk turunananya dibina oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Berdasarkan Kepmen tersebut, ganja termasuk dalam jenis tanaman obat di bawah binaan Direktorat Jenderal Holtikultura Kementan.

Total ada 66 jenis tanaman obat lain termasuk di antaranya brotowali, lempuyang, sambiloto, dan kratom. (red/rtm/tribun)