Tidak sampai lima menit, ambulan yang baru saja keluar dari pelataran RS Hijau kini telah kembali dari lokasi kejadian kecelakaan truk itu. Dengan sigap Claudia mendekat kerah ambulan yang kini telah terparkir di denpan Ruang UGD. Entahlah, Claudia merasa ada sesuatu yang mendorongnya untuk melihat siapa korban kecelakaan itu. Namun, tubuhnya lemas seketika saat dirinya merasa tidak asing dengan jaket dan sepatu gunung yang dipakai lelaki yang telah berlumuran darah itu.
“GEMAA…”
—
Cla, kecepatan motor saya tidak melebihi batas maksimum. Saya sudah berhati-hati, sesuai dengan apa yang kau pinta. Hanya saja truk itu yang tiba-tiba menabrakku dari belakang. (*)










