Bukan Minta Damai ke John Kei, Nus Kei Justru Minta Godfather Jakarta ini Berjiwa Besar

oleh -874 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Bukan minta damai ke John Kei, Nus Kei justru minta Godfather Jakarta mengaku: Tolong berjiwa besar.

Perseturuan antara John Kei dan Nus Kei masih menjadi topik perbincangan.

Diketahui, John Kei diduga merencakanan pembunuhan terhadap Nus Kei dan anak buahnya.

Ricuh di Green Lake City mengakibatkan seorang anak buah Nus Kei tewas secara sadis.

Link Banner

Disinggung soal damai dengan John Kei, Nus Kei mengurai jawaban tegas.

Sebelumnya menurut Pengacara John Kei, Anton Sudanto ucapan Nus Kei hanya di mulut saja untuk damai dengan John Kei.

Dalam implementasinya, Nus Kei sama sekali tak menunjukan sikap untuk berdamai dengan John Kei.

“Terkait damai Bung Nus, Bung Nus bicara kencangnya di media bahwa ingin damai sebagia paman ‘haruslah kita damai kami sebagai orangtua’,

kami apresiasi itu hak bung, silahkan mau berkata apa, tapi implematasisnya,

apa yang kita damaikan, sedangkan Bung John ketika kejadian sampai hari ini ditangapi tidak pernah bicara damai, kami taat hukum, kami koopratif,” kata Pengacara John Kei, Anton Sudanto dikutip dari Youtube Apa Kabar Indonesia tvOne.

Belum selesai Anton bicara, Nus Kei langsung memotongnya.

Nus Kei menekankan bahwa ia bukan ingin damai ke John Kei.

Nus Kei malah menekankan agar John Kei mengakui perbuatannya.

“Gini, saya gak mau dibilang gitu, salah itu, arah damai itu karena saya posisikan diri sebagai orangtua bukan berarti saya datang minta damai,

Dia melakukan perbuatan merugikan saya, saya sudah menerima dan dia harus mengakui perbuatan itu

Baca Juga  Heboh Soal Referendum, Inilah Daerah di Indonesia yang Pernah Menuntut Merdeka

Jadi tolong sampaikan ke beliau,

Saya tidak mau konflik lagi soal ini ini, tolong mengakui berjiwa besar mengakui telah melakukan perbuatan itu, ” kata Nus Kei.

Nus Kei mengatakan anak buah John Kei yang melakukan penyerangan di Green Lake City dan Cengkareng merupakan suruhan.

“Saya tidak peduli adik-adik lakukan itu,

saya tau mereka disuruh mereka gak punya cukup nyali, cukup keberanian punya otak kalau bukan ada orang besar di belakangnya yaitu John Kei, ” kata Nus Kei.

Nus Kei mengaku berani bicara demikian karena sudah lama tinggal di Perumahan Tytyan, tempat John Kei.

“saya berani nyatakan bahwa dia saya pernah di Tytyan semua saya tahu di Tytyan,” kata Nus Kei.

Pengacara John Kei, Anton Sudanto menekankan bahwa semua pihak harus menerapak azas praduga tak bersalah pada John Kei.

“Di Indonesia ada azas praduga tak bersalah, jadi jangan langsung menghakimi,” kata Anton Sudanto

“Betul, sebagai pengacara anda pasti bilang soal itu,” timpal Nus Kei.

Nus Kei berujar bahwa ia juga memiliki hak untuk bicara.

“Saya juga punya hak untuk menyatakan bahwa dia pelaku,” kata Nus Kei.

“Saya apresiasi apa yang bung bilang akan kami sampaikan ke klien kami, kita lihat saja ke depan,” tutup Pengacara John Kei, Anton Sudanto ke Nus Kei.

Baca Juga  Ibadah dan Perayaan Natal Lantamal IX Ambon Berjalan Khidmat

Melansir Tribun Jakarta, Nus Kei yang menjadi sasaran utama penyerangan anak buah John Kei di kawasan Cluster Australia, Kawasan Green Lake City, Kota Tangerang dipanggil menuju Polda Metro Jaya.

Mengendarai mobil hitam mengenakan kemeja rapih berwarna biru, Nus Kei bergegas menuju Polda Metro Jaya dari Cluster Australia, Selasa (23/6/2020) siang.

Saat ditemui sekilas, Nus Kei lebih memilih untuk berdamai dengan keluarganya, John Kei yang menjadi tahanan Polda Metro Jaya.

Kata dia, alasannya simpel, karena ia merasa masih satu keluarga dengan John Kei.

“Ya kalau memang dipertemukan kenapa tidak, kami ini keluarga. Kalau ditarik lurus itu masih satu keturunan.

Kalau bisa kita berkumpul hidup damai,” kata Nus Kei di Cluster Australia, Selasa (23/6/2020).

Nus Kei, mengatakan sampai saat ini belum bisa melakukan komunikasi dengan keponakannya itu.

Menurutnya, permasalahan yang ada di pesan singkat WhatsApp antara keduanya adalah sebuah salah paham.

“Kami bukan kelompok, kami ini keluarga.

Memang ada komunikasi di WhatsApp tapi kan bukan mengancam,” ucap Nus Kei.

“Yang jelas ini kan masalah lama yang sudah selesai.

Cuma mungkin beliau tidak sabar untuk menanti di Ambon sana, ya seperti yang sudah dirilis Polda,” sambung dia.

Ia berharap kejadian itu menjadi peristiwa terakhir.

“Karena kan saya dalam posisi yang memang diserang toh, tapi saya enggak tahu lah seperti itu, tapi saya berharap ke depan jangan ada lagi seperti itu.

Baca Juga  Kakankemenag Ambon Hadiri Pembukaan UAMBN Tingkat Madrasah Aliyah se-Maluku

Semoga kemarin itu jadi yang terakhir, kami kubur bersama-sama dengan ponakan saya yang sekarang kami kuburkan ini.

Semoga ke depan jangan terulang lagi,” harapnya.

Meski begitu, ia mengaku tak ingin membalas dendam atas apa yang telah dilakukan oleh keponakannya itu.

“Komunikasi sudah dilakukan oleh beberapa keluarga, teman dan saudara kami yang memang dekat, tapi itulah ponakan saya ini mungkin, ya orang baru keluar dari dalam, ya kita juga musti maklum karena kelamaan di dalam.

Makanya saya tetap menahan diri, saya tidak mau melakukan hal-hal yang ponakan saya lakukan kemarin itu,” jelasnya.

Hingga kemarin, Nus Kei mengaku belum mendapat kesempatan untuk bertemu dengan John Kei, namun ia berharap bisa dipertemukan oleh pihak kepolisian.

“Saya berharap (bertemu) sih, karena saya posisikan diri sebagai orangtua, paman, itu yang akan saya lakukan itu.

Kami orang Kei itu punya filsafat, kami ini satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan, saya pikir suku lain tak punya filsafat seperti itu, tapi kami punya dan itu yang mengikat kami,” urainya. (red/rtm/tribun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *