Buntut Demo Army Dock 2019 Tiga Warga Dibui, Pemuda Morotai Bakal Datangi Polda Malut

oleh -63 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Pemuda Pulau Morotai Morotai akan bertandang ke Mapolda Maluku Utara untuk meminta Kapolda memerintahkan Kapolres Morotai agar segera mengusut aktor intelektual dibalik gerakan Army Dock 2019.

Zulkarnain Pina, salah satu pemuda Morotai yang juga Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ternate mengatakan, aksi di tahun 2019 lalu merupakan reaksi atas kasus dugaan Pendangkalan Aqidah oleh Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) yang diselenggarakan di pantai Army Dock, Juanga Morotai Selatan, yang juga diduga melibatkan Pemda dalam hal ini Bupati Kabupaten Pulau Morotai.

Hal ini kemudian direspon oleh masyarakat muslim Morotai sehingga melakukan kecaman dan aksi unjuk rasa. Aksi yang melibatkan masyarakat muslim Pulau Morotai itu menurutnya, dilakukan atas dasar keterpanggilan nurani. Walau begitu menurut Pina, setiap gerakan pasti ada aktor intelektual yang mengatur massa aksi.

Baca Juga  Ketua Tim Hukum TULUS Yakin MK Bakal Menolak Gugatan MHB-GAS

Zulkarnain menjelaskan, aksi tersebut rupanya berbuntut panjang, sebab Bupati Morotai yang merasa dirugikan dengan aksi pengrusakan rumah dinasnya pada saat aksi berlangsung, ternyata melaporkan ke pihak kepolisian. Padahal sebagaimana diketahui, kasus tersebut sudah ada penyelesaian oleh tokoh agama dan bupati.

“Tapi nyatanya, tiga orang tua kita atas nama; Siti Sabeta (58 tahun), Amina Soleman (52 tahun) dan Rinto Toton (35 tahun) yang sudah diputuskan bersalah dan akan mendekam di penjara,” ujarnya.

Zulkarnain juga bilang bahwa Ia sang at menyesalkan sikap bupati yang sangat tidak manusiawi, juga kepada aktor-aktor intelektual dari gerakan yang terkesan acuh dan tidak mau bertanggungjawab terhadap masalah ini.

Baca Juga  Kelemahan-kelemahan Utama Jokowi Mulai Terbongkar

“Olehnya itu, kami mendesak kepada pihak kepolisian Kabupaten Pulau Morotai agar mengusut tuntas aktor-aktor intelektual dari gerakan tersebut,” tuntutnya.

Lebih jauh Pina mengatakan, tentu bahwa massa aksi yang emosional akan mudah melakukan apa saja saat di lapangan dan apalagi jika diarahkan oleh aktor-aktor dalam gerakan. Semestinya mereka para aktor intelektual lah yang harus diproses. Bukan masyarakat yang hanya terprovokasi dengan keadaan di lapangan.

“Jangan karena target dan kepentingan pribadi sudah tercapai, lalu kalian para aktor diam tanpa berpikir nasib dan kehidupan masyarakat yang dikorbankan. Kami yakin bahwa pihak kepolisian sudah punya bukti digital terkait aksi kasus Army Dock dan siap-siapa saja aktor intelektualnya. Kami juga meminta kepada jaksa dan hakim agar tidak mengabaikan aspek kemanusiaan dalam memutuskan hukuman,” beber Zulkarnain.

Baca Juga  Keputusan Jokowi Pindahkan Ibukota, Direspons Negatif Aktivis Lingkungan

“Kami akan bertandang ke Mapolda Maluku Utara untuk meminta Kapolda memerintahkan Kapolres Morotai segera usut aktor intelektual dari gerakan tersebut. Insha Allah, sehari dua kami akan silaturahim dengan Kapolda Maluku Utara yang baru datang dan bicara hal tersebut,” pungkasnya. (al)