Buntut Mesum Sesama Jenis di Wisma Atlet, Izin Perawat Pelaku Bisa Dicabut

oleh -203 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah mengungkapkan bahwa pemerintah bisa mencabut surat tanda registrasi (STR) perawat pelaku asusila di Wisma Atlet. Alasannya, perawat terkait melanggar kode etik profesi.

STR adalah tanda registrasi dari negara bahwa seseorang punya kompetensi sebagai perawat dan boleh praktik di seluruh Indonesia.

“Terkait perizinan adalah pemerintah. Pemerintah bisa mencabut izin itu,” kata Harif kepada CNNIndonesia.com, Ahad (27/12/2020).

Harif menyampaikan lembaga yang berwenang mencabut STR adalah Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia. Sementara itu, pencabutan izin praktik merupakan ranah pemerintah daerah.

Organisasi profesi seperti PPNI juga bisa menjatuhi sanksi kepada perawat pelaku asusila tersebut. Organisasi profesi dapat mencabut keanggotaan sang perawat.

Baca Juga  Muhajirin Optimis TULUS Menang pada Pilwako Ternate 2020

“Jika keanggotaan dicabut, untuk mengurus izin praktik berikutnya akan sulit,” jelas Harif.

Meski begitu, PPNI belum akan memproses dugaan perbuatan asusila di Wisma Atlet. Mereka menunggu laporan jelas dari manajemen terkait rincian kejadian.

Harif mengatakan pihaknya mendukung segala upaya untuk mengusut kasus tersebut. Sebab, kejadian ini menambah beban bagi perawat saat pandemi.

“Mungkin ada juga orang yang men-generalisasi, ‘Oh perawat nih, kayak begini kelakuanmu.’ Padahal, yang lain sungguh-sungguh. Kami dukung dilakukan tindakan sekeras apapun,” imbuh dia.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan tangkapan layar yang diduga berisi percakapan antara pasien dan tenaga kesehatan di Wisma Atlet. Dalam gambar itu, terungkap ada perbuatan asusila antara keduanya.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Polres Ternate Amankan 64 Kantong Captikus

Manajemen Wisma Atlet langsung melakukan penelusuran. Kapendam Jaya Letkol Arh Herwin BS mengatakan pihaknya sudah menemukan dua lelaki dan akan menempuh jalur hukum.

“Perbuatan keduanya sungguh sangat disesalkan, mereka telah melanggar norma susila, dampak dari perbuatan mereka berisiko terhadap penularan virus corona kepada tenaga kesehatan lain,” terang Herwin seperti ditulis CNNIndonesia.com.(red/CNN)