Bupati SBB: Tak Ada Pemaksaan Semua Desa Gelar Pilkades

oleh -624 views
Link Banner

Porostimur.com – Piru: Bupati Seram Bagian Barat, Timotius Akerina mengatakan, dirinya tidak memaksakan desa harus ikut dalam pemilihan kepala desa.

Hal ini dikatakan Timotius Akerina dalam pidato perdananya di ruang paripurna lantai 1 kantor DPRD Seram Bagian Barat selasa kemarin.

Akerina menuturkan pemilihan kepala desa adalah pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan.

“Kami tidak memaksakan desa-desa harus ikut pilkades, apabila ada desa yang tidak ikut pilkades, tidak ada sanksi dan saya sudah sampaikan kepada semua desa, yang kami terima adalah hasil musyawarah desa, dituang dalam keputusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kalau misalkan di BPD itu ada 5 orang dan ada 4 yang tanda tangan, maka kami memilih 4, jadi kami tidak memaksakan untuk desa-desa itu harus pilkades dan ini sudah disampaikan ke pemdes, keputusan itu tidak akan dapat diubah kecuali voting antara yang mau dan tidak pilkades berimbang, itu akan menjadi pertimbangan kami, dan pilkades ini tetap jalan dan harus kami selesaikan sekalipun cuma 2 yang mendaftar untuk ikut pilkades,” tegasnya

Akerina menambahkan, adapun pemberitaan yang beredar di masyatakat, apabila telah melaksanakan pilkades maka tidak bisa lagi menjadi desa adat dalam kata lain Perda Negeri.

Baca Juga  Meski Tanpa Profit, Indra Utami Tamsir Terus Berjuang untuk Keroncong Langgam Jawa

Akerina mengatakan itu hoax, karena status sekarang kita desa, maka dari itu kita harus memutuskan sesuai prosedur, jika kita ingin mengembalikan status dari desa ke desa adat mekanismenya juga ada.

“Setelah dilakukan identifikasi maka kami akan mengumumkan melalui musyawarah desa, kemudian dari desa dikembalikan statusnya menjadi desa adat,” tukas Akerina.

Sedangkan menyangkut pengangkatan status dari dusun menjadi desa, akerina mengatakan tergantung usulan dari masing-masing desa dan itu sesuai prosedur merujuk pada undang-undang tentang penataan desa.

Akerina, berharap bersama sekda dia beroptimis dapat menuntaskan rancangan kerja yang diamanatkan kepadanya dalam sisa masa jabatannya. (kahar)