Buron 1 Tahun, Dua Tersangka Penganiayaan Sajam di Kecamatan Matuari Diciduk Polisi

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Bitung: Setelah menghilang kurang lebih dari 1 tahun, dua tersangka penganiayaan menggunakan senjata tajam di Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, ditangkap aparat kepolisian Polres Bitung.

Tersangka yang diamankan berinisial MVAP alias Acel (17), warga Kelurahan Wangurer Timur dan RSP alias Aba (25), warga Kelurahan Bitung Tengah.

Terkait penangkapan tersebut, Kasat Reskrim Polres, Taufiq Arifin S,.HUT.,SIK menjelaskan, kedua tersangka ditangkap oleh Tim Resmob Polres Bitung, dipimpin Aiptu Janny Tumbuan.

Sedangkan lokasi penangkapan didua lokasi yang berbeda, Acel ditangkap di Kelurahan Pakadoodan, Minggu 1/9/2019 dan Aba ditangkap di Kelurahan Malalayang, Senin 2/9/2019.

Link Banner

Kedua tersangka diamankan ke Mako Polres Bitung, berdasarkan Laporan Polisi: LP/195/IX/2018/Res Btg/Sek Matuari/Tanggal 29 September 2018 dan pelapornya, Helmi Sigarlaki (56), warga Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari Kota Bitung.

Baca Juga  Ramalan Cuaca Ambon hari ini, Selasa 28 Juli 2020

Untuk kronologis kejadian, usai meneguk minuman keras, Acel dan Aba serta beberapa temannya mendatangi rumah korban bernama David Tusin (33), warga Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari.

Setelah sampai dirumahnya korban, mereka langsung mengetuk pintu depan dan dibuka ibunya korban. Kemudian, korban saat itu sedang tidur dikamarnya dipanggil ibunya.

Acel yang melihat korban keluar dari kamar, mencabut pisau badik besi putih dari pinggangnya sebelah kiri dan langsung menikam korban dibagian lengan kanan korban.

Korban yang mencoba menghidar dengan cara membalikan badan hendak lari ke dalam kamar, masih saja diserang sama Acel dengan pisau, sehingga mengenai bagian belakang.

Sementara peran aba adalah, membidik dengan senjata tajam anak panah wayer ke tubuh korbam sebanyak satu kali. Melihat korban mengeluarkan banyak, mereka langsung kabur dan meninggal Kota Cakalang.

Baca Juga  Politeknik Negeri Ambon Gelar FGD dan Launching Inkubator Bisnis Teknologi

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dimata hukum, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun1951 dan Pasal 351 ayat (2) KUHP Subsider Pasal 351 ayat (1) KUHP, ancaman hukuman 7 tahun penjara, kunci Taufik. (Dan)