Cabuli Anak Dibawah Umur, Seorang Wartawan di Sanana Dipolisikan

oleh -292 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Lagi-lagi kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Maluku Utara.

Mirisnya, kasus ini malah melibatkan salah satu tenaga kuli tinta di Bumi Kie Raha, yakni (IU) alias Ilo, wartawan media online di Sanana, Kepulauan Sula.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari Kepolisian setempat, menyebutkan kasus ini berawal ketika pelaku yang datang ke rumah salah satu gadis belia (F) di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Jumat (18/10/2019) silam, sekitar pukul 14.30 WIT.

Tujuan pelaku yakni hendak mengembalikan charger handphone yang dipinjamnya kepada korban.

Baru beberapa menit, pelaku kembali seraya meminta agar handphonenya dicharge saja di rumah korban.

Namun 30 menit berselang, pelaku kembali seraya meminta handphone yang sedang dicharge korban tadi.

Baca Juga  Rika Ishige Siap Taklukkan Itsuki Hirata di Hadapan Publik Tokyo

Sambil duduk di teras rumah korban, pelaku meminta tolong agar korban mencabuti ubannya.

Meski sempat beralasan tak ada pinset sebelumnya, korban tetap saja mencabuti uban dengan menggunakan pisau dapur.

Pelaku kemudian meletakkan kepalanya di atas bantal yang disediakan oleh korban.

Dengan alasan bantalnya terlalu rendah, pelaku pun meletakkan kepalanya di atas paha korban.

Meskipun korban mengalas pahanya dengan sepotong kain, pelaku melepaskan kain tersebut tanpa menyebutkan alasannya melakukan hal itu dan sesaat kemudian korban pun mencari uban dan ketombe di kepala pelaku.

Sesaat kemudian masih dengan menelungkupkan wajahnya ke dalam pangkuan paha korban, pelaku pun menyeka wajahnya dengan ujung baju singlet yang dikenakan korban.

Baca Juga  Bupati Morotai Terima Jamaah Umroh Gratis yang Baru Pulang Dari Tanah Suci

Beguitupun tangan pelaku pun melayang ke bagian permukaan perut korban seraya menggosok-gosoknya.

Namun saat pelaku hendak mengarahkan tangannya ke payudara korban, korban pun segera menutupinya dengan kedua tangannya.

Apa yang dialami korban ini kemudian diberitahukannya kepada salah satu temannya (NAA), melalui pesan messenger.

Untungnya, isi pesan korban ini juga sempat dibaca oleh (RB) .

Tak ayal, RB kemudian menelepon korban dan mendengar korban yang menjawab dari ujung telepon dengan nada ketakutan.

RB bersama dengan NAA pun ditemani salah satu warga IU bergegas menuju ke kediaman korban.

Apalagi, ketiganya takut telah terjadi hal buruk kepada korban.

Sesuai berkas perkara yang dikatongi porostimur.com, begitu sampai di rumah korban, IU pun memberi salam dan disambut korban yang keluar dengan mengenakan kaos dalam singlet dan celana panjang.

Baca Juga  Terima SK Partai Golkar Usman-Bassam Yakin Menangi Pilkada Halsel

Atas tindakannya ini, pelaku yang juga berprofesi sebagai tenaga kuli tinta media online itu dikenakan percobaan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan, atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul.

Karenanya, pelaku diancam dengan tindak pidana sesuai Pasal 82 Ayat 1 Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perindungan Anak junto Pasal 53 Ayat 1 KUHPidana. (keket/ifo)