Calon Bupati Kepulauan Sula Diduga Terseret Korupsi di Dinas Pendidikan Taliabu

oleh -175 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Mantan Kapala Dinas (Kadis) Pendidikan Pulau Taliabu (Pultab), Fifian Adeningsi Maus diduga terseret kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RKB SDN London, Kecamatan Gela, Kabupaten Taliabu Utara, Tahun 2017.

Proyek RKB SDN London ini, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 1,563 miliar yang dikerjakan oleh CV. Putra Halmahera.

Dugaan kasus korupsi ini pun telah dilaporkan secara resmi oleh Mahasiswa Anti Korupsi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, agar bisa diproses lebih lanjut.

“Tadi sudah kita laporkan secara resmi ke Kajaksaan Tinggi Malut,”ujar Ketua Forum Mahasiswa Anti Korupsi, Sadam Yusuf, Rabu (23/9/2020).

Link Banner

Sadam menegaskan selain melaporkan indikasi kasus yang diduga menyeret mantan Kadis Pendidikan Pulau Taliabu Fifian Adeningsi Mus, pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa agar publik juga mengetahuinya.

Baca Juga  GKMI Cabang Bacan Minta Pemda Halsel Serius Tangani Virus Corona

Sadam membeberkan, selain dugaan kasus RKB SDN London, pihaknya juga menemukan kasus lain, yakni proyek pembangunan lanjutan ruang kelas bertingkat beserta perabotnya di SD Negeri Desa London yang dianggarkan pada tahun 2019 dengan kategori pekerjaan konstruksi sistem pengadaan tender pasca kualifikasi satu file harga terendah sister gugur.

Pembangunan lanjutan ini dengan nilai pagu Rp1,347,000,000,00 dan nilai HPS paket Rp1,346,959,560,36 bersumber dari APBD dengan total nilai kontrak Rp 1,290,481,000,00 sesuai nomor kontrak 420/01.SP/PPK/DIS-DIK-PT/2019. “Pekerjaan tersebut dilaksanakan CV Miracle,” ungkapnya.

Sadam menambahkan, untuk proyek pembangunan RKB tingkat dan perabotnya SDN Desa London tersebut, diduga terindikasi korupsi salah satunya Pengguna Anggaran (PA), yakni Fifian Adeningsi Mus selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Baca Juga  Wabah Corona Tidak Berpengaruh Pada Pelaksanaan Ujian Madrasah Di Halamahera Selatan

“Karena pekerjaan itu sampai sekarang belum terselesaikan. Bahkan pekerjaan pembangunan RKB tingkat berikut, perabot SDN Desa London dibiarkan begitu saja dan bangunannya menjadi mangrak sampai sekarang, “tandasnya (red)