Casemiro, Gelandang Real Madrid yang ‘Kelaparan’ Saat Melihat Bola

Porostimur.com | Madrid: Gelandang Real MadridCasemiro, menyatakan bahwa pola pikir adalah kunci permainan uletnya di atas lapangan.

Casemiro diboyong Real Madrid dari Sao Paulo pada musim panas 2013.

Kala itu, Real Madrid menyerahkan mahar cukup murah untuk Casemiro yang masih berusia 21 tahun, yakni 6 juta euro (sekitar Rp93,5 miliar).

Meski didatangkan dengan harga terjangkau, Casemiro nyatanya bisa menampilkan performa yang konsisten untuk Real Madrid hingga saat ini.

Hal itu mulai ia tunjukkan setelah sempat dipinjamkan Los Blancos ke FC Porto pada musim 2014-2015.

Lini tengah Real Madrid seolah memiliki selimut karena keberadaan Casemiro sebagai gelandang bertahan.

Gelandang Real Madrid, Casemiro, berupaya menahan laju penyerang Barcelona, Luis Suarez, pada laga El Clasico, Oktober 2018. (Eddy Kelele/DIARIO AS)

Sebagai penguat, tengok saja kebolehan pemain 27 tahun ini saat mencoba merebut bola agar Madrid mendapatkan kembali penguasaan alias ball recoveries.

Menurut laman resmi klub yang dikutip SportFEAT.com, Casemiro adalah pemain Real Madrid dengan jumlah tertinggi untuk hal yang satu ini.

Sepanjang musim 2019-2020, pemuda 27 tahun tersebut menciptakan 73 ball recoveries melalui 10 laga di berbagai ajang.

Rinciannya, Casemiro membuat 56 ball recoveries dalam 8 laga Liga Spanyol. Sisanya (17) ia lakukan di ajang Liga Champions.

Ia mengalahkan Toni Kroos yang baru membikin 68 ball recoveries, serta kapten tim Sergio Ramos, 54 kali.

Pencapaian terbaik Casemiro terjadi pada laga melawan Osasuna, 25 September lalu, ketika ia 11 kali merebut bola dari kaki lawan.

Striker muda Brasil, Vinicius Junior, memeluk Casemiro.
Striker muda Brasil, Vinicius Junior, memeluk Casemiro. (TWITTER.COM/REALMADRID)

Casemiro mengakui bahwa kemampuannya yang demikian timbul karena pola pikir yang ia bangun.

“Untuk hal mengejar bola, saya agresif,” kata Casemiro, yang dikutip SportFEAT.com dari Movistar+.

Pria bertinggi badan 185 sentimeter ini mempersepsikan merebut bola seperti hendak menyantap makanan dalam keadaan lapar.

“Saya tidak peduli sudah bermain satu menit atau 90 menit. Saya selalu mengejar bola seperti akan mencari sepiring makanan,” tutur Casemiro.

“Saya selalu mengejar bola seolah itu adalah kesempatan terakhir saya melakukannya,” ucapnya lagi. (red/rtl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: