Catat, Ini Efek Samping yang Mungkin Muncul dari Vaksin COVID-19

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Ketua Pokja Bidang Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, ada efek samping dari kandidat vaksin COVID-19 yang masuk Indonesia. Tapi, efek samping yang muncul normal dan tidak berbahaya. Menurutnya, jauh lebih berbahaya jika seseorang tidak divaksinasi.

“Jadi divaksinasi jauh lebih baik daripada tidak divaksinasi,” kata Erlina dalam diskusi virtual, Sabtu (23/1/2021).

Lalu apa efek samping yang bisa muncul setelah kita divaksinasi COVID-19?

Erlina yang juga Juru bicara RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, mengatakan akan ada efek samping dari vaksin Sinovac yang akan mulai didistribusikan Februari ini.

Untuk efek samping umum seperti nyeri di lokasi suntikan, demam dan kelelahan. Namun hingga saat ini, untuk efek samping serius belum ditemukan.

Baca Juga  Harga Sembako Tidak Stabil, GMKI & GP Anshor Minta Pemda Halut Turun Tangan

“Pada tanggal 10 November penelitian vaksin Sinovac di Brasil sempat dihentikan, namun setelah diselidiki tidak terlibat vaksin, sehingga penelitian tetap berlanjut,” katanya.Lanjutkan membaca artikel di bawah

Untuk vaksin lain yakni Pfizer, Fosun Pharma, dan Biontech, Erlina mengatakan, efek samping serius terjadi pada empat orang yang mengalami cedera bahu, pembesaran KGB axila kanan, paroxysmal ventricular arrythmia, dan parasthesia kaki kanan.

Lalu untuk efek samping lokal ditemukan pada 8.183 pasien yang mengeluhkan nyeri pada daerah suntikan.

“Efek samping sistemik juga ditemukan setelah vaksinasi ketiga vaksin tersebut seperti sakit kepala, pegal-pegal, dan meriang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Bio Farma (persero) siap mendistribusikan 4 juta vaksin COVID-19 yang sudah diproduksi pada Februari 2021. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, kini vaksin tersebut sedang dalam tahap proses quality control, yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan.

Baca Juga  "Berdamai dengan Covid-19" Menurut Ahli Penyakit Menular: Karena Tak Mungkin Menang, Rakyat Disuruh Menderita

“Diperkirakan sampai dengan bulan Februari 2021 mendatang, akan siap sebanyak 4 juta dosis vaksin,” Kata Honesti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/1/2021).

(red/IDNtimes)