Catatan dari Diskusi Enrique de Moluccas

oleh -456 views

Seperti halnya Columbus, Magellan mengalami tantangan luar biasa. Selama 14 minggu terapung-apung di hamparan samudera yang begitu luas karena arah angin yang berubah-ubah mengocar-ngacir arah navigasi. Keadaan makin tersiksa karena kehabisan bekal.

Menurut penulis perjalanan ini, Antonio Pigafetta, para awak hanya bermodalkan biskuit keras yang dicelup di a mereka terpaksa memakan kotoran tikus dan serbuk gergaji, bahkan ada yang mengunyah tiang kapal ir keruh (biscuits softened in rancid water). Atau bisa jadi Pigafetta salah mengidentifikasi bahwa biskuit yang dimaksud adalah sagu kering yang jika dicelup di air putih warnanya menjadi keruh. Tatkala biskuit habis maka  mereka terpaksa memakan kotoran tikus yang dicampur hampas gergaji, bahkan ada yang mengunyah tiang kapal.

Baca Juga  Israel dan Kasebul

Tanggal 6 Maret 1521 mereka mencapai Guam. Mereka yang selamat telah melewati tidak kurang dari 90 hari tanpa makanan dan minuman segar. Setelah mengambil perbekalan yang cukup mereka melanjutkan perjalanan hingga tiba di Cebu sepuluh hari kemudian, 16 Maret 1521. Cebu saat itu dipimpin seorang raja bernama Humabon.  Armada Magellan tidak menyia-nyiakan waktu, karena misi 3G (Gold, Gospel, Glory) sesuai anjuran “Pergilah, dan jadikanlah semua bangsa milik-Ku” (Mat 28 : 19).   

No More Posts Available.

No more pages to load.