Catatan dari Diskusi Enrique de Moluccas

oleh -456 views

Di Luzon, dimana kota Manila berada sebelumnya hanya ada sebuah pemukiman muslim di mulut Sungai Pasig sepanjang pesisir Teluk Manila. Asal nama “Manila” itu sendiri adalah dari kata fii amanillah yang secara harfiah berarti “dalam lindungan Allah.” Pada pertengahan abad ke-16, area sekitar Manila diperintah oleh tiga raja Muslim yaitu: Raja Sulayman dan Raja Matanda di komunitas selatan Sungai Pasig dan Raja Lakandula di utara. Mereka juga mengadakan hubungan dengan Kesultanan Brunei, Sulu, dan Ternate di Cavite.

Pada 1570, sebuah ekspedisi Spanyol di bawah Miguel López de Legazpi membentuk pendudukan Manila. Bawahannya, Martín de Goiti, pergi dari Cebu dan sesampainya di Manila, ia diterima oleh orang-orang Tagalog Muslim. Walau begitu, Goiti tetap menyerang Manila dengan pasukan sebesar 300 orang. Legaz datang setahun kemudian dan membuat perdamaian dengan para raja. Ia membuat sebuah dewan kota dengan anggota 15 orang. Intramuros yang dikelilingi tembok dibangun untuk melindungi para prajurit Spanyol dan keluarganya. Pada 10 Juni 1574, Raja Phillip II dari Spanyol memberi gelar Insigne y Siempre Leal Ciudad (Distinguished and Ever Loyal City) pada Manila. Manila menjadi ibu kota Filipina pada 1595 dan menjadi pusat perdagangan perak trans-Pasifik.

No More Posts Available.

No more pages to load.