Catatan Kecil untuk Sebuah Usia
buat Istriku
Ada yang bertahan di Nusliko, selain asin laut
dan ingatan anak-anak pada nyanyian gereja tua.
Di sana, waktu pernah ditakar dengan doa-doa yang tekun
sebelum kau melintasi garis batas yang sunyi
sebuah muara di tahun dua ribu dua puluh
ketika nama-nama lama melipat diri di balik sunyinya ikrar.
Tiga puluh satu tahun.
Di kepalamu, teori-teori dari kampus Ahmad Dahlan
mungkin kini menyerupai angka-angka di atas buku tua
begitu rapi, tapi tak lagi menuntut untuk dibaca.
Kau memilih menukarnya dengan sepetak ruang kecil
menjadi penjaga waktu bagi dua pasang mata yang baru belajar mengeja dunia.
Adakah pilihan yang sepenuhnya bebas dari kehilangan?
Mungkin tidak.
Tapi di antara sisa gelar yang mengendap di lemari
dan tawa riuh di meja makan setiap petang
aku melihatmu menenun surga yang tak berisik.
Selamat ulang tahun, Istriku.
Di dalam rumah ini
kau adalah jarak paling dekat
antara aku dan kemungkinan
untuk dicintai tanpa syarat.
Lembah, 24 Juli 2026
=====================
Engkau Tetaplah Laut Itu, Tan
buat Istriku
I
Sembilan belas Juli
tahun dua ribu dua puluh
aku merengkuhmu, Tan
menjadi laut yang tak pernah menampik kemarau
kaukecap asinku yang diam
kausimpan biru yang luruh dari letih mataku
kauteduhkan gemuruh gelombang yang pecah di dadaku
kita menautkan janji yang menolak karam
dengan hati yang menyelam ke dasar yang paling palung
ke tempat di mana kata-kata tak lagi butuh diucapkan.









