CEAC Jepang Sebut Indonesia Lakukan Politik Parlemen Corona

oleh -15 views
Link Banner

Porostimur.com | Tokyo: The Council on East Asian Community (CEAC) atau Dewan Komunitas Asia Timur di Jepang dalam pertemuannya tanggal 28 September 2020, mengungkapkan bahwa Indonesia disebut melakukan politik Parlemen Corona.

“Fenomena aneh lainnya adalah bahwa partai yang berkuasa telah memaksa pengesahan RUU tentang penciptaan lapangan kerja dan menunda pengesahan RUU untuk kesetaraan gender seperti respon Domestic Violence (DV) atau kekerasan dalam negeri, yang merupakan situasi di mana gerakan oposisi skala besar oleh warga tidak dimungkinkan karena pandemi,” tulis kesimpulan tersebut pada situsnya http://www.ceac.jp/j/study1/200928.html

Hal tersebut, digunakan untuk mengeluarkan tagihan yang tidak dapat disahkan dalam parlemen satu demi satu, yang juga disebut “Politik Parlemen Corona” atau dalam bahasa Jepang disebut Corona Kokkai Seiji.

Baca Juga  Nelayan yang Tenggelam di Laut Banda Belum Ditemukan

Pembahasan dilakukan pada Konferensi Utama Kebijakan ke-85 dengan tema “Krisis Corona Baru dan Demokrasi di Asia Tenggara” yang dihadiri 13 orang.

“Indonesia memiliki jumlah kematian akibat corona tertinggi di Asia Tenggara, melebihi 10.000, namun tidak melakukan lock down, longgar mengatur aktivitas sosial, dan memiliki power policy yang kuat seperti negara-negara yang disebutkan selama ini.”

Di Indonesia, tambahnya, langkah awal ditunda karena rusaknya industri pariwisata, dan lainnya.

“Pada akhir Maret, pemerintahan Jokowi akhirnya mengumumkan keadaan darurat, menyerukan tinggal di rumah, menutup sekolah, membatalkan acara keagamaan, dan sebagainya.

Namun, sebagai keputusan Kapolri, mahasiswa yang mengkriminalisasi tindakan mengkritik pemerintah, dan hingga saat ini, sekelompok LSM lingkungan diadang oleh komunikasi dan berhenti ditahan, atau sebuah kalimat kritik kapitalisme diunggah di internet. Sedang dipantau oleh dunia maya saat ini.

Baca Juga  Warga Jambula Antusias Sambut Kampanye MAJU

(red/tribunnews)