Cegah Radikalisme, Pemuda Dusun Uhe Data Warga Pendatang

oleh -92 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Porostimur.com | Huamual: Guna mencegah bahaya dari luar dan berkembangnya paham radikalisme, staf pemuda Dusun Uhe, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat melakukan musyawarah (Rapat) dan pendataan kepada warga pendatang dari luar daerah, yang bertujuan mencari nafkah pada saat musim panen cengkih di Dusun Uhe,

Musyawarah berlangsung di depan rumah Kepala Pemuda Udrus Kaisupy pada Jumat malam ( 23/8).

Turut Hadir Staf Pemuda Desa induk Negeri Iha – Kulur, Hamade Selan , Bhabinsa Desa Iha- Petuanan Serma D.H Putuhena, Bhabinkamtibmas Iha, Brikpol Maulana Latupono, Bhabinkamtibmas Desa Lokki Brikpol M. Sihaya, Para Staf Pemuda, Pemuda Dusun Uhe dan Warga pendatang yang berjumlah kurang lebih 100 orang.

Dalam sesi musyawarah, para pemuda kampung dan warga pendatang mendapat pengarahan dan himbauan dari pihak keamanan yang ada agar menciptakan setuasi kantibmas yang baik.

Baca Juga  Persiter Siap Hadapi Pra Musim Liga III

Kepala pemuda Uhe, Udrus Kaisupy kepada wartawan menyatakan, musyawarah dan pendataan warga pendatang yang datang mencari nafkah pada saat musim panen cengkih ini, bertujuan agar pengurus dusun tahu berapa banyak serta, dari mana asalnya.

Terlebih menurutnya untuk mencegah bahaya yang datang dari luar, seperti paham radikal, peredaran narkoba dan lainya yang bersifat negatif, sehingga perlu dilakukan.

“Dan juga dapat mempermudah pihak keamanan baik Babinsa maupun Bhabinkamtibmas dalam mengontrol mereka, sebab data kami akan diserahkan ke pihak keamanan guna mengetahui”, katanya

Kaisupy menuturkan, salaku pimpinan dan staf telah beranggapan bahwa basudara dagang (warga pendatang) yang ada di Dusun Uhe merupakan warga dusun semua. Mereka diharapkan merasa memiliki dan tidak ada pemilahan antara warga asli dan pendataan.

Baca Juga  Laksanakan Kegiatan BRAIN, Brimob Maluku Siap Dukung Kecerdasan Anak Bangsa di Masa Pandemi Covid-19

“Oleh karena mereka harus mentaati peraturan adat dari kami, jika tidak menyesuaikan maka kami tidak segan – segan mengembalikan mereka”, tukasnya.

Kaisupy berharap baik warga asli maupun pendatang dapat sama-sama menjaga kondisi keamanan dan kenyamanan, sehingga tali silaturahmi terus terjalin dimana dan kapan saja, sebagai rasa orang hidup basudara. (Doddy)