Cerita Anak Penjual Sagu Dapat Beasiswa Karena Hafal Al Qur’an

oleh -97 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Raut gembira nampak pada wajah Nessa Endira Putri. Siswi baru kelas IX SMAIT Insan Kamil Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara (Malut), ini berbahagia karena mendapatkan beasiswa pendidikan dari Laznas LMI.

Ibunya hanyalah pembuat sagu lempeng yang kemudian dijual di pasar.

Tidak setiap hari juga sang ibu dapat berjualan, dalam satu pekan penghasilannya tidak menentu, kadang hanya dapat untung Rp200 ribu atau bahkan kurang.

Hal Ini menjadi kesulitan bagi Nessa untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP, padahal prestasi sekolahnya cukup bagus, dan dia sendiri juga sudah memiliki 3 juz hafalan Quran.

Informasi ini kemudian diterima oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Lembaga Manajemen Infaq (Laznas LMI). Setelahnya Laznas LMI, menyalurkan bantuan beasiswa untuk Nessa beserta 8 siswa lainnya, agar dapat terus bersekolah, sekaligus melanjutkan hafalan Qurannya.

Baca Juga  Antisipasi Perkembangan Situasi Kamtibmas, Brimob Polda Maluku Gelar Apel Kesiapsiagaan

“Alhamdulillah, saya senang dapat melanjutkan sekolah lagi,” ungkap Nessa yang tak dapat menyembunyikan rasa harunya. Karena dia pun tidak berharap dapat melanjutkan pendidikannya.

Berdasarkan data yang dihimpun media porostimur.com Rabu, (22/07/20) Kepala Laznas LMI Perwakilan Maluku Utara, Andres Irawan mengatakan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian terhadap generasi muda.

“Kita melihat kesempatan bersekolah belum semuanya dapat dinikmati oleh anak-anak kita, dengan berbagai macam sebab. Dengan dana donatur yang dipercayakan kepada Laznas LMI, insyaallah kita berusaha mencerdaskan anak-anak kita, khususnya yang yatim dan dhuafa,” ujar Andres.

Pada kesempatan tersebut, Laznas LMI juga melakukan kesepakatan dengan Yayasan Insan Kamil Halmahera Selatan untuk bekerjasama dalam memajukan pendidikan di Maluku Utara. Diantaranya dalam bentuk bantuan pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa agar mereka dapat terus bersekolah.

Baca Juga  Belanda Tidak Mau Lagi Dijuluki Holland

Ketua Yayasan Insan Kamil Halmahera Selatan, Surahmat menyambut baik kerjasama ini.

“Dengan bekerja sama dengan Laznas LMI, tentunya kita semua ingin agar putra putri Halmahera Selatan mendapatkan pendidikan dengan baik,” kata Surahmat.

“Semoga kita terus menyalurkan program-program kemandirian dan pemberdayaan masyarakat, untuk warga Halmahera Selatan,” pungkasnya. (red/adhy)