Cerita Jenderal Doni Monardo dan Rombongan Selamat dari Kecelakaan Helikopter

oleh -196 views
Link Banner

Porostimur.com | Tahuna: Kecelakaan udara sempat mewarnai kunjungan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo ke Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (6/1/2020).

Helikopter Mi-35 Penerbad Noreg HS-7154 yang mengangkut rombongan sempat take off beberapa menit, namun situasi angin yang cukup kencang mengakibatkan hilang keseimbangan dan sempat menyeret kendaraan yang terparkir di Lapangan Gesit, Tahuna.

Beruntung, situasi dapat diatasi hingga helikopter bisa mendarat di posisi semula. Doni Monardo bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Beruntung tidak ada korban. Kami memutuskan untuk menunda perjalanan,” ujarnya.

Selain Kepala BNPB, ada Asisten I Pemprov Sulut Edison Humiang, Egy Fajar Masadiah (BNPB) dan Jarwansah (BNPB) dalam penerbangan itu. Bupati Sangihe Jabes Gaghana, enggan berkomentar banyak terkait peristiwa tersebut. “Dari beliau (Doni Monardo) meminta insiden ini tidak perlu dipublikasi. Yang jelas saat ini kondisi para korban bencana banjir bandang saat ini sementara pemulihan,” singkatnya.

Link Banner

Pantauan di lokasi, Kepala BNPB bersama rombongan terpaksa menunda perjalanan menggunakan helikopter. Situasi saat itu sangat menegangkan karena helikopter yang dalam kondisi terbang rendah membuat panik semua pengantar dan rombongan di lapangan.

Turut dalam rombongan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Dandim, Kapolres, Kajari, Forkompimda Sangihe, BPBD Sangihe dan Sulut serta sejumlah pejabat Pemprov Sulut.
Monardo melakukan kunjungan ke lokasi bencana di Desa Lebo.

Baca Juga  Kasus Baru Covid-19 di Melbourne Australia Berkurang setelah Lockdown Ketat

Desa itu pada Jumat 3 Januari 2020 terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor. Akibat bencana tersebut, tiga orang meninggal, sejumlah rumah hanyut dan infrasturktur rusak parah.

Pangdam XIII/Merdeka (Mdk) Mayjen TNI Tiopan Aritonang melalui Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M Jaelani menyampaikan bahwa telah terjadi gagal terbang Helikopter Mi-35 Penerbad.

Dalam rilis yang di keluarkan di Manado, 6 Januari 2020 Nomor : SP-3/I/2020/Pen, ditulis helikopter yang gagal terbang ditumpangi Kepala BNPB beserta rombongan di lokasi bencana Sangihe, Senin (6/1/2020).

Kapendam XIII/Merdeka mengatakan, bahwa pada pukul 06.10 Wita Kepala BNPB dan rombongan dari Jakarta tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado menggunakan pesawat komersil.
Mereka disambut Kasdam XIII/Mdk, Danlanudsri, Kasiops Korem 131/Stg, Kasiter Korem 131/Stg, Asisten 1 Pemda Sulut. Sesuai surat permohonan Kepala BNPB Nomor B-5/KA.BNPB/PD.01.02/01/2020 tanggal 5 Januari 2020 tentang, permohonan dukungan Helikopter kepada Panglima TNI untuk mendukung pelaksanaan kegiatan penanganan darurat bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kronologis Kejadian

– Pada pukul 11.30 Wita Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni Monardo bersama Rombongan tiba di Lapangan Gesit Kelurahan Sawangbendar Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepl. Sangihe setelah selesai memberikan sambutan di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Sangihe

Baca Juga  Ketua Sinode GPM Dukung Keputusan Presiden Soal Kapolri

– Pukul 11.35 Wita mesin Pesawat Helikopter dengan Pilot Kapten Cpn Faris Affandi dan Copilot Lettu Cpn Erika dihidupkan.

– Pukul 11.40 Wita Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni Monardo bersama Rombongan naik ke Pesawat Helikopter.

Penyebab Helikopter Tak Kuat Naik

Pada pukul 11.50 WitaPesawat Helikopter lepas landas tujuan Siau Kab. Sitaro namun Pesawat Helikopter tidak ada power untuk naik dan hanya terbang rendah tiba-tiba menukik mundur sehingga bagian ujung dari sayap kiri Pesawat Helikopter mengait bagian depan mobil dinas Palaksa Lanal Tahuna Letkol Laut (P) Christian jenis Suzuki Ertiga warna biru Noreg 6304-VIII yang diparkir di pinggir kanan Lapangan Gesit dan mengangkatnya setinggi kurang lebih 5 meter selama 3 menit kemudian mobil dinas tersebut terlepas dan jatuh ke tanah yang diikuti dengan jatuhnya tangki cadangan aftur di sayap kiri dan menimpa bagian belakang mobil dinas Pemda Sangihe jenisbToyota Rush Nopol DL 1470 A.

Ada Angin Kencang

Baca Juga  Debut Film Godzilla vs Kong Jawara di Box Office

Dugaan sementara dari Pilot Helikopter Kapten Cpn Faris Affandi bahwa Pesawat Helikopter tidak bisa naik karena tidak ada power untuk mengangkat Pesawat yang diakibatkan oleh adanya perubahan cuaca tiba-tiba berhembus angin kencang.

Tidak Ada Korban Jiwa

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun ada kerugian materiil.

Helikopter jenis Mi-35P Noreg HS-7154 pada sayap kiri bagian ujung mengalami rusak dan tengki aftur cadangan sebelah kiri lepas dan rusak. Sedangkan mobil dinas Lanal Tahuna jenis Suzuki Ertiga warna biru Noreg 6304-VIII rusak berat pada bagian depan, bodi samping kiri dan bagian belakang.

Selain itu, mobil Dinas Pemerintah Kabupaten Kepl. Sangihe jenis Toyota Rush Nopol DL 1470 A juga rusak bagian belakang.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo bersyukur tidak sampai terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban dalam peristiwa ini. Dia pun memutuskan untuk menunda penerbangan.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa,” ujar Doni saat turun dari helikopter.

Cuaca Tidak Menentu

Cuaca di Wilayah Kab. Kepl. Sangihe tidak menentu sehingga kemungkinan menjadi penyebab pesawat Helikopter jenis Mi-35P Noreg HS-7154mengalami insiden kecelakaan. (red/tm/rm/kompas)