Cerita Sosiolog Tamrin Tomagola Liburkan Mahasiswa UI yang Ikut Demo Turunkan Soeharto

oleh -138 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Tamrin Tomagola menceritakan bagaimana ia bersikap saat demonstrasi Mei 1998 pecah di Jakarta. Kala itu, Tamrin sudah menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI. 

Menurut pria kelahiran Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara, 17 April 1947 itu, saat itu dirinya membuat kebijakan khusus bagi mahasiswanya yang ingin melakukan demontrasi, yaitu dengan membebaskannya dari ujian tengah semester. 

“Saat Reformasi 1998, saya bebaskan semua mahasiswa peserta matakuliah Teori Perubahan Sosial di FISIP UI dari ujian Tengah Semester,” tulis Tamrin melalui akun twitter @tamrintomagola, Senin (23/9/2019).

Seperti diketahui, saat ini mahasiswa dari berbagai kampus di sejumlah daerah turun ke jalan menuntut Pemerintah dan DPR untuk tidak mengesahkan sejumlah Rancangan Undang-Undang yang dinilai kontroversi.

Baca Juga  Baileo Gelar Pesta Rakyat, Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka Ambon

Beberapa hari belakangan ini, aksi di depan gedung Parlemen, Senayan terjadi. Salah satu RUU yang mereka tolak yaitu RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). 

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi, diketahui mengeluarkan surat larangan bagi mahasiswa untuk melakukan aksi, seperti Rektor UGM, UIN Yogyakarta dan Universitas Padjajaran Bandunh.

Namun demikian, perguruan tinggi seperti UI, UMY dan beberapa kampus lainnya mendukung aksi makasiswa tersebut. Sejumlah dosen bahkan ikut aksi unjuk rasa bersama mahasiswa seperti di Malang dan Samarinda. (red)