China Ganti Nama 630 Desa Uyghur untuk Hilangkan Referensi Islam

oleh -33 views
Warga Uyghur yang tinggal di Xinjiang, China. Sebanyak 630 desa di wilayah itu kini sudah berganti nama. (AP/Andy Wong)

Porostimur.com, Xinjiang – Pihak berwenang di wilayah Xinjiang, China barat, secara sistematis mengganti nama desa-desa yang dihuni oleh orang Uyghur dan etnis minoritas lainnya. Langkah tersebut diyakini Human Rights Watch sebagai langkah terukur Partai Komunis untuk menghilangkan identitas budaya yang bertentangan dan berseberangan dengan ideologi mereka.

Dikutip AP, Rabu (19/6/2024), Human Rights Watch dan Uyghur Hjelp merilis fakta terjadinya pengubahan nama-nama desa yang sudah lama dijadikan tempat tinggal etnis Uyghur. Total ada 630 desa yang namanya diganti. Sebagian besar perubahan nama desa terjadi antara tahun 2017 dan 2019, pada puncak tindakan keras pemerintah di Xinjiang, menurut laporan tersebut.

Laporan tersebut diolah dengan membandingkan nama-nama dari 25.000 desa di Xinjiang yang terdaftar oleh Biro Statistik Nasional China antara tahun 2009 dan 2023.

Baca Juga  Kementerian ATR/BPN Terima Penghargaan Top GPR Award 2024

Dari perbandingan itu diketahui nama-nama desa yang menggunakan kata “mazar” dan “dutar” yang erat dengan Islam diganti dengan nama-nama baru. Nama-nama desa itu kini menggunakan kata-kata seperti “kebahagiaan”, “persatuan”, dan “harmoni”. “Ketiga istilah itu umum dan sering ditemukan dalam dokumen kebijakan Partai Komunis,” sebut AP.