Cinta Yang Terbenam Seperti Senja

oleh -70 views
Link Banner

Cerpen Karya: Yanuarius Adrian lotu

Tepat tiga tahun cerita cinta aku yang mengagumi keindahan paras wajahnya namun aku belum bisa berani mengungkapkan isi hatiku sebenarnya, Rina adalah sapaan akrabnya, Gadis yang aku impikan selama ini.

Kami adalah teman akrab dalam satu organisasi yang setiap saat bertemu. di situlah aku mulai merasakan benih cinta antara kami berdua. Rina masuk kategori anak yang tergolong mempunyai segalanya, sedangkan aku hanya orang biasa yang tak punya Materi seperti Rina. Memang kami tiap hari bertemu, namun aku tidak pernah berani menatap ke wajahnya dan setiap kali aku berada bersama Rina pasti selalu bercucuran keringat. Tiap malam aku hanya berani memandang wajah pada unggahan akun media sosial miliknya, itu sudah membuat aku bahagia karena belum berani menatap wajahnya secara langsung, namun yang masih terpikirkan olehku tentang status Hubungan percintaan Rina. Hal ini dikarenakan setiap kami datang kek organisasi selalu terlihat sendiri.

Akhirnya timbul keresahan dalam diri, ingin aku segera menambatkan hati untuk memiliki seutuhnya manis senyum yang terpampang ramah di wajah itu. Aku mulai kebingungan dan mencoba mencari tahu status hubungan percintaan Rina tersebut. Aku mulai menyelidiki secara diam diam status percintaan Rina tanpa sepengetahuannya kujelajahi akun media sosial pribadinya dengan gawai yang kumiliki.

Setelah berjalannya Waktu aku baru tahu ternyata dia sudah memiliki seorang kekasih, yang juga merupakan seorang Aparat keamanan. “Sepertinya aku tidak cocok dengan Rina” Gumamku dalam hati. Setelah mengetahui kekasih Rina adalah seorang pria yang sudah mapan. Tak ingin lagi perjuanganku kulanjutkan karena hanya akan melukai dua hati yang tak berdosa. Pelan pelan aku mengurungkan niatku untuk mendekati Rina dan mengganggap dia seperti teman biasa pada umumnya.

Dalam perjalanan ada seorang wanita berkacamata yang ikut bergabung dalam organisasi yang diikuti oleh aku dan Rina, namanya Putri seorang Gadis lugu berkacamata dan mempunyai Hobi membaca dimanapun tempatnya. Alasan putri bergabung dalam organisasi ini dikarenakan ketertarikannya pada rasa saling membantu sesama yang membutuhkan. Ya tentu saja karena organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Aku mencoba memberanikan diri untuk berkenalan dengan putri. Dan ternyata perkenalan awalku sangat direspon dengan sangat baik.

Baca Juga  Ledakan di Beirut Tewaskan 10 Orang dan Ratusan Terluka

Hari demi hari kami lewati, bulan pun kami lalui dan hubungan kami semakin akrab dikarenakan kami berada di satu team bakti sosial yang sama aku dan putri sangat bahagia disaat kami bersama.

Tebaran merah ditebarkan di atas langit barat. Sebentar lagi hari akan berganti malam Pada suatu perkumpulan kami di sebuah tempat ibadat, aku baru menyadari bahwa sahabatku renol juga menyukai putri. Aku mengetahui hal itu ketika duduk bersantai selepas kegiatan bakti Sosial, Renol mengungkapkan kalau dia juga menyukai putri “bro kalau dilihat putri adalah seorang wanita idamanku deh. Kayaknya dia cocok dengan Beta lihatlah dia mempunyai jiwa Sosial yang tinggi, suka membaca buku dan pendiam” kata Renol sambil sesaat mengibaskan tangannya di pundakku. Mendengar hal itu sejenak aku terdiam. Membalas ucapannya dengan sebuah senyuman mencoba meredam kecemasanku yang berlebih.

Beberapa hari kemudian Renol menceritakan kepadaku kalau ia akan segera mengungkapkan isi hati kepada Putri. perasaanku saat itu berubah menjadi lebih hancur, feelingku tepat. Kecemasan yang yang kugumuli semalam akhirnya terjadi. Mungkin sebentar lagi wanita yang aku idamkan itu akan menjalani hubungan Dengan sahabatku sendiri. Setelah berkata demikian Renol pun meninggalkan aku untuk bertemu dengan putri. Semuanya tercampur menjadi satu pikiranku dilema saat itu juga.

Pada malam hari sekitar pukul 22.00 Handphoneku berdering kulihat panggilan dari Renol sahabatku aku sempat tidak berniat mengangkat telepon darinya karena ia akan memberitahukan kabar gembira karena ia dan putri Telah resmi pacaran pikirku. Namun panggilan itu berbunyi berkali kali dan kuputuskan untuk mengangkat telwpon dari Renol. ternyata setelah kuangkat telepon suara Renol terdengar sayup-sayup seperti sedang bersedih “halo Renol kamu baik baik saja? suara kamu kok berbeda seperti terdengar sedih” Renol pun mulai menceritakan kalau ia dan putri tidak berpacaran “bro setelah aku mengungkapkan perasaan kek Putri ternyata respon putri katanya dia tidak mau berpacaran namun mau fokus saja ke organisasi” kata Renol kepadaku, perasaanku saat itu berubah menjadi sedih karena sahabatku tidak dapat membangun hubungan dengan wanita yang ia incar dan di sisi lain tidak dapat kupungkiri bahwa aku sangat senang, melebihi rasa sedihku, karena wanita yang aku incar tidak memilih hubungan bersama renol. tiba-tiba percakapan kami terputus karena koneksi jaringan yang kurang baik.

Baca Juga  Fajar Nugros & Anjas Maradita Jadi Juri INDODAX Short Film Festival 2020

Keesokan harinya aku menemui putri, kuberanikan diri mencoba mengajak Putri makan malam berdua saja di warung makan emperan sederhana kesukaannya. “Put, malam nanti kamu sibuk tidak? Aku mau ngajak kamu keluar makan malam bersama di warung Mas Rusddi” Ajakku penuh keraguan, dengan sesekali menoleh ke bawah Karena kukira, ku tak siap menatap matanya untuk sejenak saat itu. Sangkaku dia akan menolaknya. Dan ternyata eh malah sebaliknya, putri membalasnya dengan senyuman dia menyetujui tawaran itu.

Setelah bertemu putri, sengaja terlebih dahulu aku datang lebih awal ke warung Mas Rusddi untuk mempersiapkan semuanya menyambut kedatangannya.

Waktu menunjukan pukul sembilan malam, terlihat di jalanan kala itu riuh bising suara kendaraan meredam seketika saat kulihat dia begitu mempesona dengan busana sederhana. Rambut hitam panjang terikat, dengan sedikit riasan yang tidak terlalu menor, celana kulot maroon dengan baju kemeja garis-garis yang elok nyaris bak seorang malaikat malam itu. aku mempersilahkan Putri untuk duduk dan kami langsung makan malam bersama.

Perasaanku terus saja tak menentu, campur aduk antara mau mengungkapkan atau tidak, aku takut kehilangan untuk kedua kalinya. akhirnya aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku pada Putri “put sebenarnya aku mau omng sesuatu” ungkapku mengawali percakapan kami sambil sesekali mengusap keningku yang mulai berpeluh. “Kamu mau omong apa?” “Sebenarnya aku menyukai kamu loh Putri” tegasku penuh yakin mengungkapkan isi hatiku pada putri. Sentak langsung dia batuk kaget karena mendengar perkataanku. lalu dia menjawab “hmmm… sebenarnya tidak bisa kupungkiri bahwasanya aku juga menyukaimu sejak awal bertemu, kamu baik, ramah, tak suka banyak bicara. Namun aku belum terbiasa untuk hidup terikat cinta dan aku tak bisa membayangkan ketika kita berpacaran, kita saling menyakiti dan kemudian putus lalu aku harus tersakiti untuk kesekian kalinya, aku Belum bisa membuka hati karena aku masih fokus pada Membaca buku dan masih nyaman Dengan kesendirianku” ungkap Putri Kepadaku.

Baca Juga  Komisi III DPRD Maluku Bahas Perumahan untuk Pengungsi Kayeli

Aku langsung menggenggam tangan putri dan tak ingin melepaskannya dan berkata “Aku menghargai semua keputusanmu put, tapi maafkan aku, karena hati ini mungkin akan tertutup selamanya untuk siapa pun sampai kau kembali membawa kunci untuk membukanya kembali” pungkasku.
“Terima kasih kalau kamu sudah mau memahami keputusanku” sahut putri sambil tersenyum dan menatapku yakin.
“Maafkan aku karena aku tak ingin kehilangan sosok sahabat seperti kamu dalam hidupku” ungkap putri meredahkan suasana yang dingin tercekam kekecewaan, sembari menggenggam tanganku yang gemetar lemas.

Sontak aku langsung berdiri dengan gagahnya merapikan kerah bajuku dan membuang pandanganku sejenak. tiba-tiba aku kembali menggenggam tangan Putri untuk terakhir kalinya dan berkata “Tapi put… tolong…” “tapi apa, tolong apa?”
lanjutku tertahan oleh putri yang mencelah pembicaraan itu. “Tapi itu bakso dua porsi tambah es teh dua gelas tolong dibayar ke mas Rusdi, aku lupa bawa dompet” ungkapku sambil memelas memohon bantuan pada putri. Suasana kembali cair ketika gurauanku mengundang gelak tawa dan putri tertawa lepas sambil berkata “haha.. ya ampun, kamu itu lucu seperti biasanya. Makanya aku tak ingin kehilangan sahabat seperti kamu soal bayaran itu tenang saja nanti aku bayarin kok”. Sebagai gantinya putri pulang kuboncengi sampai ke rumah.

Kami pun pulang dalam perjalanan kedua tangan putri memelukku dengan mesra seperti ingin mengatakan bahwa dia benar-benar tak ingin kehilanganku, di situ aku menyadari bahwa memang pertemuan dan pertemanan yang kami jalani tidak bisa bersatu antara Rina, Putri dan aku hanya sebatas cinta yang terbenam hanya sebatas senja untuk mengagumi namun tak dapat bersatu menjadi Benih cinta yang utuh. Yang tersisa hanyalah sebuah persahabatan untuk selamanya.

TAMAT

*Ucapan terima kasih kepada teman Alfredo Soares yang telah membantu menyelesaikan Cerpen ini juga ..