Cipkon, pemuda Ruhumoni gandeng Babinsa Haruku musnahkan miras

oleh -160 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Masyarakat di Maluku semakin sadar akan pentingnya kekondusifan dalam suatu wilayah.

Bermodalkan motivasi sendiri masyarakat pun berusaha untuk melakukan pemberantasan atas penyakit masyarakat seperti judi, minuman keras (miras) hingga prostitusi.

Dengan maksud ingin menciptakan kekondusifan (cipkon) di wilayahnya, para pemuda di Desa Ruhumoni bersama dengan Babinsa Komando Rayon Militer (Koramil) Haruku, Komando Distrik Militer (Kodim) 1504/Ambon, Serda M. Sangaji, melakukan penyitaan dan pemusnahan minuman keras, Sabtu (2/12).

(Berbagai jenis miras di musnahkan)

Langkah ini dilakukan para pemuda di desa dimaksud, menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang maraknya peredaran miras dalam wilayahnya.

Terlebih, miras sering menjadi biang kerok benturan antar sesama masyarakat desa di dalam wilayahnya.

Baca Juga  Bertambah 66, Kasus OTG Covid-19 di Malut Jadi 300 Kasus

Sebelum melakukan pemusnahan, tokoh pemuda Ruhumoni,  menyatakan penolakan tegas akan peredaran miras dalam wilayah negerinya, mengingat bukan saja menjadi biang kerok berbagai tindakan merugikan, miras juga memperbudak masyarakat untuk menjadi malas berusaha dan bekerja.

”Kami warga Rohmoni sangat menentang sekali adanya minuman keras dalam bentuk apapun, karena minuman tersebut merusak para pemuda Desa kami, Ucapan  terima kasih juga kami sampaikan kepada  Babinsa yang mau membantu kami untuk menyita dan memusnahkan minuman ini,” ujarnya.

Babinsa Koranmil haruku, Serda M. Sangadji yang turut menyaksikan pemusnahan miras hasil sitaan itu, menegaskan masyarakat khawatir akan meningkatnya peredaran miras.

Apalagi, jika kondisi ini terus dibiarkan bakalan menjadi lebih buruk lagi.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 5.1 Guncang Ambon Malam Ini

”Biasanya bisa terjadi perkelahian antar pemuda itu ya gara-gara minuman ini, kita tidak mau terjadi hal seperti itu lagi,” tegasnya.

Langkah dimaksud, haparnya, bisa ditiru desa lainnya di Pulau Haruku, sebagai upaya untuk menciptakan kekondusifan dan ketenangan suatu wilayah.

”Saya berharap tindakan ini ditiru oleh desa-desa lain yang berada di Pulau Haruku ini. Saya dan Bhabinkamtibmas akan mendukung dan membantu sepenuhnya jika diperlukan. Saya yakin jika kita memang berniat untuk menghentikan kebiasaan buruk, pasti bisa,” pungkasnya.