Ciptakan Kemandirian Mahasiswa, STP Labuha Gelar Penandatanganan Kesepahaman Dengan LMI

oleh -99 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar rapat Penandatanganan Kesepahaman dengan Lembaga Zakat Amal Nasional guna memaksimalkan Kewirausahaan Mandiri terhadap mahasiswa melalui kemitraan yang berlangsung di Ruang Rektorat STP Labuha.

Kegiatan tersebut dihadiri dan disaksikan langsung Mantan Bupati Halsel Dr. Hi Muhammad Kasuba selaku Pembina Yayasan Nurul Hasan Maluku Utara di Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha.

Dr. Muahammad Kasuba saat diwawancarai media, Selasa (30/6/2020) mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan rapat Penandatanganan Kesepahaman antara STP Labuha dan Lembaga Zakat Amal Nasional atau LMI

Jadi ini antara LMI dengan STP, LMI punya potensi mengelola dana masyarakat untuk bisa membantu pengembangan perguruan tinggi. Yang teristimewa mahasiswa STP yang memang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan kuliahnya dan saya kira itu yang kita stresing karena banyak sekali mahasiswa yang tadinya terdaftar kemudian putus kuliah, karena ketiadaan biaya.

Link Banner

Yang kedua kita juga mengharapkan beberapa kolaborasi projek di dalam kampus untuk pengembangan agrobisnis, perikanan, kemudian kehutanan sesuai dengan prodi yang nantinya masing-masing bertanggung jawab untuk mengembangkan secara teknis.

” Saya sebagai Pembina Yayasan Nurul Hasan sebagai pihak pengelola perguruan tinggi ini, menyaksikan dan mendukung penuh seluruh kebijakan jajaran civitas akademika STP untuk bisa melaksanakan kerja sama ini dengan sebaik-baiknya dan saya kira kita berharap bisa menuju kampus mandiri dengan kerja sama berbagai lembaga, karena sebetulnya banyak pihak-pihak yang kita bisa ajak kerja sama dengan baik memajukan perguruan tinggi sebagai bagian dari pada sosial responsibility semua pihak yang ada di Halmahera Selatan.

Baca Juga  Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Gempa Halsel. Dari Helicopter sampai Kapal Tanker

Ditanyakan soal progres kampus STP Labuha, Dr. Hi Muhammad Kasuba mengungkapkan memang sedikit menghadapi tantangan karena hampir 5 tahun ini peran pemerintah selaku pemegang kebijakan untuk program pembangunan sumber daya manusia di Halmahera Selatan tidak maksimal.

“Saya melihat tidak berjalan maksimal SDM di bidang pendidikan bahkan sangat tidak memadai. Buktinya kita bayangkan jika mahasiswa bisa terdaftar tiga ribuan, tapi yang aktif tidak sampai lima ratusan orang. Itu buktinya bahwa betapa banyak masyarakat Halsel yang punya anak putus kuliah akibat ketidak mampuan pemerintah.

“STP ini kita bangun diperuntukan kepada masyarakat yang memang tidak bisa menyekolahkan anaknya keluar daerah karena kemampuan yang terbatas maka inilah alternatif yang kita siapkan untuk mereka, “kata Muhammad Kasuba.

Ditanyakan pula soal kondisi Halsel di dunia pendidikan Muhammad Kasuba dengan spontan mengatakan kita butuh perubahan pemimpin daerah, biar kampus bisa lebih hidup kedepan, “pungkas Muhammad Kasuba

Sementara itu Ketua STP Labuha Yudhi Eka Prasetia, S.Si, M.Si mengatakan kegiatan Penandatanganan Pakta Kesepahaman STP dan LMI, ini merupakan wujud kemitraan strategis kampus dengan Lembaga Filantropi, salah satunya adalah Lasnas LMI.

Lanjut Yudhi tujuan kegiatan tersebut dengan melihat bahwasanya untuk membangun kemandirian kampus STP perlu ada kolaborasi dengan berbagai macam elemen strategis.

“Kebetulan LMI menyambut baik kemitraan ini dan harapan kita seluruh potensi yang ada di STP bisa kita kerjasamakan, salah satunya terkait dengan potensi kewirausahaan mahasiswa yang mandiri”, ujarnya.

Baca Juga  Kembalikan Berkas Balon Wabup, Husni Sanaba PD Direkom PBB

“STP memiliki Agribisnis, Perikanan, dan Kehutanan itu saya pikir potensi ini merupakan potensi atau potret cerminan dari sektor yang menjadi tumpuan masyarakat Halmahera Selatan sehingga mahasiswa kira juga perlu diberikan bimbingan dan bisa membangun kewirausahaan mandiri,” paparnya

LMI sendiri bergerak di bidang sosial yang melihatnya banyak mahasiswa tidak mampu, dengan kondisi seperti ini harapannya ada proses kemitraan yang bahasanya dalam konteks “orang tua asuh” atau kata lain program beasiswa, sehingga diharapkan akses pendidikan kepada semua orang bisa tercapai

“Jadi dari kegiatan ini harapannya nanti kita ada pengembangan yang dimulai dari Jahe Merah, kemudian Budidaya Air Tawar, dan nanti mungkin ada ternak, ada rumah kompos, serta juga ada kegiatan sosial yang sudah pernah STP lakukan seperti penyemprotan disinfektan, pembagian sembako dan lainya itu sudah kita lakukan bersama dengan kemitraan kami di Lembaga Manajemen Infaq atau Laznas LMI, ” Harap Yudhi Ketua STP Labuha

Lebih jauh Andres Sirawan Kepala perwakilan Laznas LMI wilayah Maluku Utara pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa, kegiatan tersebut merupakan kerja sama bagaimana LMI sebagai sebuah Lembaga Zakat Amal Nasional yang juga bisa memberikan kontribusi khususnya dalam dunia pendidikan dalam hal ini tentunya pendidikan tinggi.

Baca Juga  2 hari hilang, jasad Udin ditemukan terperangkap jaring

“Kita sebagai lembaga zakat tentu berupaya untuk mengelola dana zakat dan infak maupun sedekah kemudian dana lainnya yang tentunya akan kita berdayakan sesuai dengan program yang relevan dengan kehidupan di kampus, seperti misalnya kegiatan kewirahusaan mahasiswa yang sekarang sudah berjalan saat ini,” ucapnya.

“Kewirausahaan budidaya jahe merah akan dilakukan dan kebetulan juga sekarang Covid-19 kan katanya juga butuh suplemen seperti jahe merah dan Insya Allah juga akan kita lakukan kegiatan lainnya yang sudah sempat kita lakukan seperti kegiatan memutus rantai penyebaran Covid-19. Dalam hal lain kita juga berupayah mendorong agar dana-dana masyarakat itu juga bisa kita berdayakan untuk bagaimana agar mahasiswa maupun anak-anak muda yang ada di Halmahera Selatan ini juga tidak perlu jauh-jauh mencari kampus karena kita di Halsel sudah ada STP.

“Nah tinggal bagaimana agar mereka juga bisa kuliah dengan biaya dengan relatif terjangkau dan nanti penerapannya juga akan lebih mudah dalam hal ketika sudah lulus dari kampus STP.

Hal tersebut merupakan langkah-langkah awal yang kita harapkan dan ini juga menjadi pembuka dalam kemandirian kampus.

” Ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat termasuk juga untuk perusahaan ketika mereka menyalurkan dana sosial ke masyarakat,” tutur Andres. (adhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *