CORE: Lonjakan Ekonomi Maluku Utara Tak Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan dan Fiskal Daerah

oleh -20 views
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah kontradiksi statistik, melainkan konsekuensi dari struktur pertumbuhan ekonomi yang terjadi di wilayah tersebut.

Porostimur.com, Jakarta – Tingginya pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak serta-merta mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun kapasitas fiskal daerah.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah kontradiksi statistik, melainkan konsekuensi dari struktur pertumbuhan ekonomi yang terjadi di wilayah tersebut.

Didominasi Hilirisasi Nikel

Yusuf menjelaskan, lonjakan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara—yang mencapai sekitar 34 persen pada 2025 dan 19,64 persen pada triwulan I 2026—merupakan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yakni nilai tambah yang diproduksi di suatu wilayah.

“Hal pertama yang perlu diluruskan adalah apa yang sebenarnya sedang diukur. Angka pertumbuhan itu adalah PDRB, bukan langsung mencerminkan pendapatan masyarakat,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, pertumbuhan tersebut hampir sepenuhnya ditopang oleh aktivitas hilirisasi nikel, terutama di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah.

Baca Juga  5 Zodiak yang Dikenal Paling Jago Menenangkan Diri Sendiri

Namun, tingginya nilai tambah dari sektor tersebut tidak otomatis dinikmati oleh masyarakat lokal maupun pemerintah daerah.

“Smelter besar di kawasan Weda Bay memang menghasilkan nilai tambah yang sangat besar, tetapi keuntungan utamanya mengalir kepada pemilik modal yang sebagian besar berada di luar daerah. Sebagian tenaga kerjanya juga berasal dari luar Maluku Utara,” jelas Yusuf.

No More Posts Available.

No more pages to load.