Dalami Aliran Uang Izin Pembangunan Alfamidi di Ambon, KPK Periksa 5 Orang

oleh -37 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa lima orang untuk tersangka mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (RL) dan kawan-kawan, Kamis (4/8/2022). Pemeriksaan untuk mendalami dugaan aliran uang terkait pengurusan izin pembangunan gerai ritel di Kota Ambon, Maluku.

Lima orang itu diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel tahun 2020 di Kota Ambon dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Didalami pengetahuannya, antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk pengurusan berbagai dokumen persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel maupun kegiatan usaha lainnya tahun 2020 di Kota Ambon,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Baca Juga  Polres Halsel Terjunkan 90 Personil Amankan Pesta Rakyat HUT Halsel Ke-19

Dia menuturkan, lima orang itu di periksa di dua tempat berbeda. Atas nama Solihin selaku Corporate Communication, License, and Franchise Director PT Midi Utama Indonesia diperiksa di Gedung KPK, Jakarta.

Sedangkan, atas nama Nandang Wibowo selaku License Manager PT Midi Utama Indonesia Cabang Ambon, Wahyu Somantri selaku Deputy Branch Manager PT Midi Utama Indonesia Cabang Ambon, serta dua wiraswasta masing-masing Philygrein Miron Calvert Hehanussa dan Maria Sutini Weking diperiksa di Gedung Mako Brimob Ambon.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Richard Louhenapessy sebagai tersangka penerima suap bersama staf tata usaha pimpinan Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanusa (AEH), sedangkan tersangka pemberi suap ialah Amri (AR) selaku wiraswasta atau karyawan Alfamidi Kota Ambon. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.