Dana Pemerintah ke Influencer Capai Rp 90,45 M, Kok Tidak Terendus BPK?

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Belanja pemerintah untuk aktivitas digital dalam bentuk jasa influencer disorot oleh Indonesian Corruption Watch (ICW). ICW menemukan dana pemerintah ke influencer mencapai Rp 90,45 miliar untuk tahun anggaran 2014-2018.

Meski demikian, temuan ICW itu tak ada dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kok bisa?

Anggota BPK Achsanul Qosasi menjelaskan, dana influencer itu tak secara spesifik disebutkan dalam program belanja kementerian dan lembaga. Sehingga auditor negara pun tak bisa melihat secara lebih detail.

“Enggak kelihatan. Karena itu program kementerian dan lembaga, mungkin, dalam mengawal kegiatan mereka,” kata Achsanul mengutip kumparan, Sabtu (22/8/2020).

Link Banner
Dana Pemerintah ke Influencer Capai Rp 90,45 M, Kok Tidak Terendus BPK?  (1)
Achsanul Qosasi. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Selain itu, dana tersebut pun terbagi dalam semua kementerian dan lembaga. Sehingga nilainya dipandang tak terlalu besar, apalagi terakumulasi dalam beberapa tahun.

Baca Juga  Update Corona 14 April 2020: 4.839 Positif COVID-19, 426 Sembuh, 459 Meninggal Dunia

“Kalau terbagi dalam semua kementerian dan lembaga jadi enggak kelihatan besar ya. Apalagi terakumulasi dalam beberapa tahun,” jelasnya.

Meski demikian, Achsanul memastikan BPK akan mengaudit belanja pemerintah ke influencer jika memang diminta DPR RI.

“Iya, kalau ada permintaan dari wakil rakyat pasti kami lakukan,” tambahnya.

Sebelumnya, ICW menyoroti mengenai belanja pemerintah pusat untuk aktivitas digital dalam bentuk jasa influencer. Temuan ICW sejak 2014-2018, total anggarannya mencapai Rp 90,45 miliar.

“Ya ini khusus untuk influencer ya, total anggaran belanja pemerintah pusat untuk aktivitas yang melibatkan influencer mencapai Rp 90,45 miliar,” kata Peneliti ICW Egi Primayogha, Kamis (20/8). (red/kumparan)